Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:02 WIB
loading...
Kendaraan militer dan tank Israel ditempatkan di Lebanon selatan, seperti terlihat dari titik pengamatan di Israel utara pada 14 Maret 2026. Foto/Tsafrir Abayov/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Tentara Israel mengumumkan Brigade Givati telah menyelesaikan misinya di Lebanon selatan setelah delapan bulan beroperasi. Meski demikian, pasukan Israel terus menduduki beberapa wilayah negara itu dan melakukan serangan.
Otoritas Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan 4.298 orang sejak Oktober 2023, lapor Anadolu.
Militer mengatakan brigade tersebut mengakhiri misi tempurnya selama upacara di Kamp Filon di Israel utara yang dihadiri Kepala Komando Utara, Mayor Jenderal Rafi Milo.
Militer mengatakan brigade tersebut awalnya melakukan operasi pertahanan perbatasan sebelum melancarkan serangan darat di Khiam, Bint Jbeil, dan daerah di utara Sungai Litani.
Mereka mengklaim brigade tersebut menghancurkan ratusan situs Hizbullah, menewaskan ratusan pejuang, dan menyita lebih dari 1.000 senjata.
Militer tidak memberikan alasan untuk mengakhiri penempatan tersebut.
Harian Israel Haaretz melaporkan langkah tersebut merupakan bagian dari penempatan ulang pasukan yang lebih luas dan penarikan sebagian dari desa-desa terpilih berdasarkan pengaturan lapangan yang terkait dengan perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS yang ditandatangani dengan Lebanon pekan lalu.
Otoritas Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan 4.298 orang sejak Oktober 2023, lapor Anadolu.
Militer mengatakan brigade tersebut mengakhiri misi tempurnya selama upacara di Kamp Filon di Israel utara yang dihadiri Kepala Komando Utara, Mayor Jenderal Rafi Milo.
Militer mengatakan brigade tersebut awalnya melakukan operasi pertahanan perbatasan sebelum melancarkan serangan darat di Khiam, Bint Jbeil, dan daerah di utara Sungai Litani.
Mereka mengklaim brigade tersebut menghancurkan ratusan situs Hizbullah, menewaskan ratusan pejuang, dan menyita lebih dari 1.000 senjata.
Militer tidak memberikan alasan untuk mengakhiri penempatan tersebut.
Harian Israel Haaretz melaporkan langkah tersebut merupakan bagian dari penempatan ulang pasukan yang lebih luas dan penarikan sebagian dari desa-desa terpilih berdasarkan pengaturan lapangan yang terkait dengan perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS yang ditandatangani dengan Lebanon pekan lalu.
Lihat Juga :