Pelaku Teror Berdarah di Tunisia Membantai Sambil Tertawa
Sabtu, 27 Juni 2015 - 17:26 WIB
Pelaku Teror Berdarah di Tunisia Membantai Sambil Tertawa
A
A
A
TUNIS - Pelaku teror berdarah di hotel Hotel Imperiale Marhaba, Tunisia, membantai puluhan turis sambil tertawa. Pelaku juga memilah-milah target yang rata-rata warga Barat.
Sebanyak 38 orang--klaim Tunisia sebelumnya 39 orang--tewas dalam teror berdarah pada hari Jumat kemarin. Selain itu, 36 orang lainnya terluka. Dalam aksinya pelaku menyamar sebagai turis dengan menyembunyikan senapan Kalashnikov di dalam payung.
Aksi pelaku teror yang menembak mati puluhan orang sambil tertawa itu diungkap para saksi mata di lokasi kejadian. ”Dia (pelaku) tertawa dan bercanda, seperti orang normal,” kata seorang saksi kepadaDaily Mail,yang menolak diidentifikasi, Sabtu (27/6/2015). (Baca juga: Ramadan Berdarah di Tunisia, 39 Tewas Diberondong Senapan)
“Dia memilih siapa yang harus ditembak," lanjut saksi mata itu. "Dia mengatakan kepada orang-orang (yang bukan target);'Anda pergi'. Dia ternyata memilih turis Inggris dan Prancis,” imbuh saksi mata.
Saksi mata lainnya, Sarah Wilson, 26, mengaku berlari setelah mendengar suara tembakan. ”Saya berlari, mayat terakhir ada di pantai yang berupayamencapai hotel kami. Ini adalah kekacauan. Ada tubuh seseorang di kolam renang hotel dan itu penuh dengan darah,” ujar Sarah.
Tunangannya, Matthew James, 30, yang berada di pantai ikut terluka setelah penyerang melepaskan tembakan. James saat kejadian sejatinya sedang bebaring menikmati sinar matahari.
”Dia pasang badan dari peluru yang diarahkan untuk saya. Saya berutang nyawa, karena dia melemparkan dirinya di depan saya ketika penembakan dimulai,” kata Sarah yang berbicara di rumah sakit. “Dia berlumuran darah akibat tembakan, tapi dia hanya mengatakan kepada saya untuk lari.”
Video serangan itu juga sudah beredar secaraonline. Dalam video tampak para saksi panik berjalan melalui jalan-jalan di sepanjang pantai, sementara suara tembakan terus bergema. (Baca juga: Imbas Teror Berdarah, PM Tunisia Ancam Tutup 80 Masjid)
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mengklaim bertanggungjawab atas teror berdarah ini. ISIS, dalam sebuah pernyataan mengklaim pria bersenjata yang membantai puluhan orang di Tunisia adalah Abu Yahya al-Qayrawani. ”Tentara ‘khilafah’ yang menargetkan musuh yang ada di rumah bordil,” bunyi pernyataan ISIS yang menyebut hotel itu sebagai rumah bordil.
Klaim ISIS itu terpantau situsSITE,sebuah situs intelijen yang memantau aktivitas terorisme. MenurutSITEpernyataan ISIS itu disebarkan via Twitter.
Sebanyak 38 orang--klaim Tunisia sebelumnya 39 orang--tewas dalam teror berdarah pada hari Jumat kemarin. Selain itu, 36 orang lainnya terluka. Dalam aksinya pelaku menyamar sebagai turis dengan menyembunyikan senapan Kalashnikov di dalam payung.
Aksi pelaku teror yang menembak mati puluhan orang sambil tertawa itu diungkap para saksi mata di lokasi kejadian. ”Dia (pelaku) tertawa dan bercanda, seperti orang normal,” kata seorang saksi kepadaDaily Mail,yang menolak diidentifikasi, Sabtu (27/6/2015). (Baca juga: Ramadan Berdarah di Tunisia, 39 Tewas Diberondong Senapan)
“Dia memilih siapa yang harus ditembak," lanjut saksi mata itu. "Dia mengatakan kepada orang-orang (yang bukan target);'Anda pergi'. Dia ternyata memilih turis Inggris dan Prancis,” imbuh saksi mata.
Saksi mata lainnya, Sarah Wilson, 26, mengaku berlari setelah mendengar suara tembakan. ”Saya berlari, mayat terakhir ada di pantai yang berupayamencapai hotel kami. Ini adalah kekacauan. Ada tubuh seseorang di kolam renang hotel dan itu penuh dengan darah,” ujar Sarah.
Tunangannya, Matthew James, 30, yang berada di pantai ikut terluka setelah penyerang melepaskan tembakan. James saat kejadian sejatinya sedang bebaring menikmati sinar matahari.
”Dia pasang badan dari peluru yang diarahkan untuk saya. Saya berutang nyawa, karena dia melemparkan dirinya di depan saya ketika penembakan dimulai,” kata Sarah yang berbicara di rumah sakit. “Dia berlumuran darah akibat tembakan, tapi dia hanya mengatakan kepada saya untuk lari.”
Video serangan itu juga sudah beredar secaraonline. Dalam video tampak para saksi panik berjalan melalui jalan-jalan di sepanjang pantai, sementara suara tembakan terus bergema. (Baca juga: Imbas Teror Berdarah, PM Tunisia Ancam Tutup 80 Masjid)
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mengklaim bertanggungjawab atas teror berdarah ini. ISIS, dalam sebuah pernyataan mengklaim pria bersenjata yang membantai puluhan orang di Tunisia adalah Abu Yahya al-Qayrawani. ”Tentara ‘khilafah’ yang menargetkan musuh yang ada di rumah bordil,” bunyi pernyataan ISIS yang menyebut hotel itu sebagai rumah bordil.
Klaim ISIS itu terpantau situsSITE,sebuah situs intelijen yang memantau aktivitas terorisme. MenurutSITEpernyataan ISIS itu disebarkan via Twitter.
(mas)