Kremlin: Jika AS Kerahkan Senjata di Baltik, Rusia Juga
Selasa, 16 Juni 2015 - 10:19 WIB
Kremlin: Jika AS Kerahkan Senjata di Baltik, Rusia Juga
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia atau Kremlin menyatakan jika Amerika Serikat (AS) mengerahkan senjata berat di Eropa Timur dan Baltik maka Rusia akan merespons dengan melakukan hal yang sama. Pernyataan keras itu disampaikan pejabat senior Departemen Pertahanan Rusia, Jenderal Yury Yakubov.
”Jika senjata berat Amerika, baik itu tank, sistem artileri atau perangkat keras militer berat lainnya dikerahkan ke Eropa Timur dan Baltik, itu akan menjadi langkah Pentagon dan NATO yang paling agresif sejak akhir Perang Dingin seperempat abad yang lalu,” ujar Jenderal Kremlin itu seperti dikutip Interfax.
Kementerian Luar Negeri Rusia telah memperingatkan AS dan sekutu Eropa-nya, bahwa dengan meningkatkan kehadiran militernya di dekat perbatasan Rusia, maka itu akan memicu konsekuensi yang berbahaya.
“Moskow tak berharap bahwa situasi di Eropa akan terus meluncur ke arah konfrontasi militer baru dengan konsekuensi yang berbahaya,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Russia Today, semalam.
Menurut kementerian itu, rencana NATO untuk menyebarkan senjata di perbatasan timur NATO akan merusak ketentuan perjanjian Rusia-NATO Act 1997. Dalam perjanjian itu dinyatakan bahwa NATO harus menahan diri untuk menempatkan pasukannya secara permanen di beberapa anggotanya di wilayah Eropa Timur.
”Bahkan, (otoritas) baik di Washington maupun di Eropa menyadari bahwa 'ancaman Rusia' tidak lebih dari sebuah mitos,” lanjut kementerian tersebut.
”Hal ini mudah untuk menggunakan propaganda untuk menutupi tanggung jawab AS yang melakukan kudeta anti-konstitusional di Ukraina dan atas tindakan mereka di Kiev, yang tidak siap untuk menghentikan perang saudara di Donbass,” imbuh Kementerian Pertahanan Rusia yang menyalahkan AS atas kekacauan di Ukraina.
”Jika senjata berat Amerika, baik itu tank, sistem artileri atau perangkat keras militer berat lainnya dikerahkan ke Eropa Timur dan Baltik, itu akan menjadi langkah Pentagon dan NATO yang paling agresif sejak akhir Perang Dingin seperempat abad yang lalu,” ujar Jenderal Kremlin itu seperti dikutip Interfax.
Kementerian Luar Negeri Rusia telah memperingatkan AS dan sekutu Eropa-nya, bahwa dengan meningkatkan kehadiran militernya di dekat perbatasan Rusia, maka itu akan memicu konsekuensi yang berbahaya.
“Moskow tak berharap bahwa situasi di Eropa akan terus meluncur ke arah konfrontasi militer baru dengan konsekuensi yang berbahaya,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Russia Today, semalam.
Menurut kementerian itu, rencana NATO untuk menyebarkan senjata di perbatasan timur NATO akan merusak ketentuan perjanjian Rusia-NATO Act 1997. Dalam perjanjian itu dinyatakan bahwa NATO harus menahan diri untuk menempatkan pasukannya secara permanen di beberapa anggotanya di wilayah Eropa Timur.
”Bahkan, (otoritas) baik di Washington maupun di Eropa menyadari bahwa 'ancaman Rusia' tidak lebih dari sebuah mitos,” lanjut kementerian tersebut.
”Hal ini mudah untuk menggunakan propaganda untuk menutupi tanggung jawab AS yang melakukan kudeta anti-konstitusional di Ukraina dan atas tindakan mereka di Kiev, yang tidak siap untuk menghentikan perang saudara di Donbass,” imbuh Kementerian Pertahanan Rusia yang menyalahkan AS atas kekacauan di Ukraina.
(mas)