Alasan Virus Corona, Trump Desak Pasukan AS Ditarik dari Afganistan

Selasa, 28 April 2020 - 17:38 WIB
loading...
A A A
Pejabat pertahanan AS mengatakan kasus-kasus virus Corona di Afghanistan kemungkinan besar tidak dilaporkan secara dramatis, memperkirakan kemungkinan ada sedikitnya 10 kali lebih banyak kasus di sana daripada hitungan resmi pemerintah. Hingga Senin, Kementerian Kesehatan Umum Afghanistan melaporkan 1.703 kasus COVID-19 dan 57 kematian yang telah dikonfirmasi di sebuah negara dengan perkiraan populasi 35 juta.

Tetapi pada bulan Maret Menteri Kesehatan Masyarakat Afghanistan, Ferozuddin Feroz, memperingatkan bahwa sebanyak setengah dari populasi negara itu dapat terinfeksi dan lebih dari 100.000 orang dapat meninggal tanpa tindakan pencegahan lebih banyak seperti mencuci tangan dan mengunci (lockdown) daerah-daerah berpenduduk padat.

Afghanistan adalah salah satu negara termiskin di dunia, dengan sistem kesehatan masyarakat yang lemah. Pemerintah sedang membangun rumah sakit dengan 100 tempat tidur di Herat, sebuah provinsi yang berbatasan dengan Iran, tetapi negara itu tidak memiliki alat pelindung dan ventilator.

Para pejabat AS khawatir virus itu bisa merajalela di Afghanistan, mengingat kurangnya perawatan dan pengujian kesehatan serta perbatasannya dengan Iran, yang telah dilanda pandemi parah.

"Afghanistan akan memiliki masalah virus Corona yang signifikan," kata seorang pejabat senior AS. "Itu belum benar-benar terwujud tetapi itu akan terjadi," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Demam Piala Dunia, 13...
Demam Piala Dunia, 13 Anjing Pakai Jersey Timnas Argentina Curi Perhatian di Buenos Aires
Rekomendasi
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
Manohara Tolak Flexing,...
Manohara Tolak Flexing, Pilih Habiskan Uang untuk Merawat 8 Anjing dan 4 Kucing
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Berita Terkini
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved