Gelar Pemilu Parlemen, Singapura Ingin Keragaman

Senin, 13 Juli 2020 - 11:11 WIB
loading...
A A A
Putra pendiri Singapura Lee Kuan Yew itu telah berkuasa sejak 2004 lalu. Satu periode mendatang merupakan masa terakhir PM Lee akan berkuasa. Dengan dua pertiga kekuasaan di parlemen memberikan wewenang besar baginya meloloskan undang-undang, meski popularitas PM Lee dan PAP pun semakin tenggelam.

Tantangan terbesar Singapura lainnya adalah krisis ekonomi akibat virus korona dan terkena dampak perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Singapura diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada 1965. Pertumbuhan ekonomi Singapura turun hingga 4-7%.

Ketidakmampuan Pemerintah Singapura meningkatkan pertumbuhan dan mengatasi krisis, menyebabkan rakyat Singapura berpikir berulang memberikan suara pada partai berkuasa. Sebagian masyarakat mulai memiliki perbedaan pandangan. Ketika diibarat PAP saat ini menghadapi berbagai badai belum mereda.

Dalam pandangan pakar dari Universitas Manajemen Singapura, Eugene Tan, pemerintahan saat ini lebih mengutamakan “flight to safety” dalam menghadapi krisis. “Saya berpikir sebagian rakyat Singapura akan mengambil pandangan berbeda,” katanya dilansir CBS News. Analisis itu memang menjadi kenyataan saat ini ketika partai oposisi Singapura justru menguat.

PM Lee juga mengakui penurunan suara partai berkuasa. “Hasil itu menunjukkan keinginan jelas untuk keragaman suara,” katanya pada konferensi pers kemarin. Dia mengungkapkan, rakyat Singapura menginginkan PAP ingin membentuk pemerintahan, tetapi para pemilih muda menginginkan kehadiran oposisi di parlemen.

Stabilitas bisa diprediksi dengan mudah merupakan hal melekat pada perpolitikan Singapura. PAP telah mendominasi sejak 1965. Itu juga mendukung negara kota tersebut sukses menjadi pusat keuangan dan perdagangan dunia. (Baca juga: AS Peringatkan Wargnya Makin Berisiko Ditahan di China)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Awas! Hantavirus Sudah...
Awas! Hantavirus Sudah Sampai di Singapura, 2 Warga Diisolasi
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved