alexametrics

AS Peringatkan Warganya Semakin Berisiko Ditahan di China

loading...
AS Peringatkan Warganya Semakin Berisiko Ditahan di China
Bendera AS dan China berkibar di Shanghai, China. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) memperingatkan warga AS agar semakin waspada di China karena meningkatnya risiko penegakan hukum sewenang-wenang seperti penahanan dan larangan keluar dari China.

“Warga negara AS mungkin ditahan tanpa akses pada layanan konsulat AS atau informasi tentang tuduhan kejahatannya,” papar pernyataan Deplu AS dalam peringatan keamanan untuk warga negaranya di China.

Deplu AS menyatakan warga negara AS mungkin menghadapi interogasi lama dan perpanjangan penahanan untuk berbagai alasan terkait keamanan negara.

“Personil keamanan mungkin ditahan dan atau deportasi warga AS karena mengirim pesan elektronik pribadi yang mengkritik pemerintah China,” papar pernyataan Deplu AS tanpa memberi contoh yang jelas.



Deplu tidak menyatakan apa yang memicu peringatan keamanan itu. Saat ini hubungan AS dan China memanas dalam berbagai isu seperti pandemi virus corona, perdagangan, hukum keamanan Hong Kong dan pelanggaran hak asasi manusia pada Uighur di Xinjiang. (Lihat Infografis: Amerika Ketar-Ketir, Turki Mampu Menguji S-400 pada F-22 dan F-35)

AS dan China baru-baru ini saling melarang visa pada para pejabat, menekankan memburuknya hubungan kedua negara. (Lihat Video: Hari Kependudukan Dunia 2020 , Pandemi COVID-19 Mengancam Bonus Demografi)
(sya)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak