Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Senin, 13 Juli 2026 - 14:43 WIB
loading...
Gempa magnitudo 9,2 yang guncang lepas pantai Sumatra pada 2024 telah menyebabkan daratan Singapura tenggelam secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya. Foto/Wikipedia
A
A
A
SINGAPURA - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 9,2 di lepas pantai Sumatra pada 2004 telah menyebabkan daratan di Singapura tenggelam secara bertahap dalam beberapa tahun berikutnya. Ini merupakan hasil riset para ilmuwan.
Menurut para ilmuwan, meskipun tenggelamnya hanya beberapa milimeter per tahun, penting untuk mempertimbangkan pengukuran tersebut ketika mempelajari kenaikan permukaan laut dan mengembangkan rencana adaptasi terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: 5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Penelitian yang dipimpin oleh Universitas Teknologi Nanyang (NTU) mengungkapkan bahwa gempa besar di Sumatra telah menyebabkan tanah ambles tidak hanya di Republik Singapura, tetapi juga di negara tetangga; Malaysia dan Thailand.
Para ahli geologi menemukan bahwa tanah terus bergeser bahkan di tempat-tempat yang berjarak lebih dari 600 km dari lokasi gempa.
Menurut mereka, tanpa memperhitungkan bagaimana tanah ambles dan naik, yang juga dikenal sebagai pergerakan tanah vertikal, risiko banjir pesisir di daerah dataran rendah dapat diremehkan.
Temuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Communications Earth & Environment, diumumkan oleh universitas tersebut pada 10 Juli.
“Ketika gempa bumi dahsyat terjadi, gempa tersebut tidak hanya mengguncang tanah selama beberapa menit,” kata Grace Ng, penulis utama studi tersebut.
“Gempa tersebut memicu penyesuaian lambat jauh di dalam Bumi yang dapat berlanjut selama bertahun-tahun," paparnya, seperti dikutip dari The Straits Times, Senin (13/7/2026).
Para peneliti mengaitkan pergerakan ini dengan mantel yang lemah di bawah kerak Bumi di daerah yang dikenal sebagai busur belakang Sumatra—wilayah luas di belakang gunung berapi Sumatra tempat Singapura, Malaysia, dan Thailand berada.
Menurut para ilmuwan, meskipun tenggelamnya hanya beberapa milimeter per tahun, penting untuk mempertimbangkan pengukuran tersebut ketika mempelajari kenaikan permukaan laut dan mengembangkan rencana adaptasi terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: 5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Penelitian yang dipimpin oleh Universitas Teknologi Nanyang (NTU) mengungkapkan bahwa gempa besar di Sumatra telah menyebabkan tanah ambles tidak hanya di Republik Singapura, tetapi juga di negara tetangga; Malaysia dan Thailand.
Para ahli geologi menemukan bahwa tanah terus bergeser bahkan di tempat-tempat yang berjarak lebih dari 600 km dari lokasi gempa.
Menurut mereka, tanpa memperhitungkan bagaimana tanah ambles dan naik, yang juga dikenal sebagai pergerakan tanah vertikal, risiko banjir pesisir di daerah dataran rendah dapat diremehkan.
Temuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Communications Earth & Environment, diumumkan oleh universitas tersebut pada 10 Juli.
“Ketika gempa bumi dahsyat terjadi, gempa tersebut tidak hanya mengguncang tanah selama beberapa menit,” kata Grace Ng, penulis utama studi tersebut.
“Gempa tersebut memicu penyesuaian lambat jauh di dalam Bumi yang dapat berlanjut selama bertahun-tahun," paparnya, seperti dikutip dari The Straits Times, Senin (13/7/2026).
Para peneliti mengaitkan pergerakan ini dengan mantel yang lemah di bawah kerak Bumi di daerah yang dikenal sebagai busur belakang Sumatra—wilayah luas di belakang gunung berapi Sumatra tempat Singapura, Malaysia, dan Thailand berada.
Lihat Juga :