Junta Myanmar Bebaskan 7.000 Tahanan di Hari Kemerdekaan

Rabu, 04 Januari 2023 - 21:25 WIB
loading...
Junta Myanmar Bebaskan...
Junta Myanmar bebaskan lebih dari 7.000 tahaun di Hari Kemerdekaan. Foto/Independent
A A A
NAYPYIDAW - Militer Myanmar mengatakan telah membebaskan 7.012 tahanan di bawah amnesti untuk menandai hari kemerdekaan ke-75 negara itu, saat kepala junta memuji beberapa negara karena mendukung negara tersebut.

Myanmar berada di tengah konflik berdarah sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan sipil terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021.

Sejak saat itu, negara tersebut diperintah oleh jenderal Min Aung Hlaing, yang merupakan panglima Tatmadaw atau militer.

Menteri pemerintah Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Thura U Aung Ko, dermawan dan penulis Daw Than Myint Aung dan mantan petugas informasi pemerintah U Htin Lin Oo, dan beberapa jurnalis, termasuk di antara mereka yang dibebaskan oleh junta Myanmar.

Jenderal Hlaing yang memimpin upacara menandai peringatan 75 tahun kemerdekaan negara itu dari Inggris mengucapkan terima kasih kepada negara-negara tetangga dan mengecam para kritikus.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa negara dan organisasi internasional dan regional serta individu yang secara positif bekerja sama dengan kami di tengah semua tekanan, kritik, dan serangan," katanya pada parade di ibu kota Naypyidaw.

"Kami bekerja sama dengan negara-negara tetangga seperti China, India, Thailand, Laos dan Bangladesh. Kami akan bekerja sama untuk stabilitas dan pembangunan perbatasan," dia menambahkan seperti dikutip dari Independent, Rabu (4/1/2023).

Baca: Pengadilan Junta Myanmar Penjarakan Aung San Suu Kyi 7 Tahun Lagi

Kepala junta mendesak negara-negara lain untuk mendukung sistem demokrasi multipartai yang murni dan berkembang disiplin di Myanmar, sebuah konsep yang didefinisikan oleh militer yang berkuasa sebagai tujuannya.

Jenderal Hlaing juga mengungkapkan rencananya untuk mengadakan pemilihan akhir tahun ini, yang dapat mulai terbentuk pada akhir Januari, ketika perpanjangan enam bulan terakhir dari keadaan darurat selesai.

Keadaan darurat diberlakukan untuk memungkinkan kekuasaan militer setelah merebut kekuasaan dua tahun yang lalu.

"Setelah menyelesaikan ketentuan keadaan darurat, pemilu yang bebas dan adil akan diadakan sesuai dengan konstitusi 2008, dan pekerjaan lebih lanjut akan dilakukan untuk menyerahkan tugas negara kepada partai pemenang sesuai dengan standar demokrasi," katanya.

Bahkan ketika konflik bersenjata berkecamuk di seluruh negeri, Jenderal Hlaing menekankan bahwa penghentian perselisihan yang sedang berlangsung diperlukan untuk memastikan solidaritas dan perdamaian nasional.

Mengecam kekuatan Barat yang telah memberlakukan banyak sanksi terhadap junta, jenderal itu menambahkan: "Terlihat bahwa beberapa organisasi dan negara telah mencampuri urusan dalam negeri Myanmar."

Baca: DK PBB Serukan Junta Myanmar Bebaskan Aung San Suu Kyi

"Namun, kami telah memutuskan untuk berdiri teguh secara global, sambil mematuhi kebijakan luar negeri kami untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan bangsa kami," ujarnya.

Pemerintahan Jenderal Hlaing selama hampir dua tahun telah ditandai dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan dan pembunuhan para pembangkang politik.

Menurut statistik oleh oposisi Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang diasingkan, militer telah membunuh 165 anak-anak dari tembakan artileri, serangan udara, serangan pesawat tak berawak, dan ranjau darat.

Sebagian besar serangan dicatat di wilayah kubu perlawanan Sagaing diikuti oleh negara bagian Rakhine dan Kayah, di mana militer sering bentrok dengan kelompok etnis bersenjata.

Pada bulan Juni, Pelapor Khusus PBB Thomas Andrews mengatakan sekitar 382 anak dibunuh atau cacat, sementara lebih dari 1.400 ditangkap secara sewenang-wenang dan 142 disiksa sejak kudeta.

Sedangkan Asosiasi Bantuan kelompok HAM untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan total 2.662 orang tewas dan lebih dari 16.000 ditangkap oleh militer sejak kudeta, per Desember 2022.

Baca: PBB Sebut Junta Myanmar Vonis 7 Mahasiswa Hukuman Mati
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Unik! Polisi Peru Nyamar...
Unik! Polisi Peru Nyamar Jadi Maskot Piala Dunia 2026 saat Tangkap Pengedar Narkoba
Rekomendasi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved