Junta Myanmar Bebaskan 7.000 Tahanan di Hari Kemerdekaan
Rabu, 04 Januari 2023 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan Jenderal Hlaing selama hampir dua tahun telah ditandai dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan dan pembunuhan para pembangkang politik.
Menurut statistik oleh oposisi Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang diasingkan, militer telah membunuh 165 anak-anak dari tembakan artileri, serangan udara, serangan pesawat tak berawak, dan ranjau darat.
Sebagian besar serangan dicatat di wilayah kubu perlawanan Sagaing diikuti oleh negara bagian Rakhine dan Kayah, di mana militer sering bentrok dengan kelompok etnis bersenjata.
Pada bulan Juni, Pelapor Khusus PBB Thomas Andrews mengatakan sekitar 382 anak dibunuh atau cacat, sementara lebih dari 1.400 ditangkap secara sewenang-wenang dan 142 disiksa sejak kudeta.
Sedangkan Asosiasi Bantuan kelompok HAM untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan total 2.662 orang tewas dan lebih dari 16.000 ditangkap oleh militer sejak kudeta, per Desember 2022.
Baca: PBB Sebut Junta Myanmar Vonis 7 Mahasiswa Hukuman Mati
Menurut statistik oleh oposisi Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang diasingkan, militer telah membunuh 165 anak-anak dari tembakan artileri, serangan udara, serangan pesawat tak berawak, dan ranjau darat.
Sebagian besar serangan dicatat di wilayah kubu perlawanan Sagaing diikuti oleh negara bagian Rakhine dan Kayah, di mana militer sering bentrok dengan kelompok etnis bersenjata.
Pada bulan Juni, Pelapor Khusus PBB Thomas Andrews mengatakan sekitar 382 anak dibunuh atau cacat, sementara lebih dari 1.400 ditangkap secara sewenang-wenang dan 142 disiksa sejak kudeta.
Sedangkan Asosiasi Bantuan kelompok HAM untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan total 2.662 orang tewas dan lebih dari 16.000 ditangkap oleh militer sejak kudeta, per Desember 2022.
Baca: PBB Sebut Junta Myanmar Vonis 7 Mahasiswa Hukuman Mati
(ian)
Lihat Juga :