Latihan Dekat Guam Selesai, Kapal Induk China Tinggalkan Pasifik Barat

Selasa, 03 Januari 2023 - 16:15 WIB
loading...
Latihan Dekat Guam Selesai,...
Kapal induk China, Liaoning, dan kelompok tempurnya meninggalkan pasifik barat. Foto/Ilustrasi
A A A
TOKYO - Kapal induk China Liaoning dan kelompok tempurnya telah meninggalkan wilayah Pasifik Barat setelah latihan laut jauh yang membuatnya melakukan pendekatan langka ke wilayah pulau Amerika Serikat (AS) di Guam .

Kantor Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Senin bahwa kelompok tempur Liaoning terlihat berlayar melalui Selat Miyako ke arah utara menuju Laut China Timur pada hari Minggu.

"Dari Rabu hingga Sabtu, pesawat berbasis kapal induk China itu melakukan sekitar 60 kali lepas landas dan mendarat," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Radio Free Asia (RFA), Selasa (3/1/2023).

Itu berarti selama seluruh periode 17 Desember hingga 31 Desember, pesawat tempur dan helikopter China melakukan sekitar 320 kali lepas landas dan mendarat.

"Jepang mengerahkan pesawat dan kapal militer untuk memantau pergerakan kelompok penyerang," kata Kantor Staf Gabungan Jepang.

Baca: Jepang Kirim Jet Tempur untuk Pantau Operasi Kapal Induk China

Liaoning dan kapal pengawalnya memulai pengerahan terbaru mereka pada pertengahan Desember, ketika Jepang mengumumkan strategi keamanan barunya yang menyebut China sebagai “tantangan strategis” yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada 25 Desember, kapal induk itu terlihat 670 kilometer tenggara Okinotorishima, sekitar 618 kilometer barat laut Guam. Ini adalah pendekatan langka yang ditafsirkan oleh surat kabar Partai Komunis China sebagai peringatan kepada AS atas Taiwan.

Baca: Beri Peringatan ke AS Soal Taiwan, China Kirim Kapal Induk Dekati Guam

Guam adalah rumah bagi dua pangkalan utama militer AS yang menampung pembom strategis dan kapal selam.

Dengan mendekati Guam, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah memperluas jangkauannya jauh melampaui apa yang disebut Rantai Pulau Pertama ke Rantai Pulau Kedua.

Rantai Pulau Pertama adalah rantai kepulauan utama yang mengelilingi daratan benua Asia Timur, termasuk Jepang dan Taiwan.

“Tampaknya itu menjadi bagian dari latihan China untuk kontingensi Taiwan, ketika Beijing perlu memutus jalur pasokan ke Taiwan dari timur,” kata Alexander Vuving, seorang profesor di Pusat Kajian Keamanan Asia-Pasifik, sebuah institut Departemen Pertahanan AS yang berbasis di Hawaii.

“Itu berfungsi sebagai pencegah, namun apakah itu dapat menghalangi AS adalah pertanyaan lain,” imbuh Vuving.

Analis mengatakan kepada RFA bahwa operasi Liaoning adalah hanya langkah logis setelah China membangun kapal induknya sendiri dan konsisten dengan ambisi China untuk menjadi kekuatan maritim utama.

“Saya berharap China akan mengerahkan kapal induknya ke perairan yang lebih jauh, Samudera Hindia misalnya,” tambahnya.

Baca: Diplomat Top China Serukan Dialog dengan Amerika
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved