Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:31 WIB
loading...
Pengadilan Inggris Butuh...
300 tahun diperlukan untuk menyelesaikan tumpukan kasus di pengadilan Inggris. Foto/anglotopia.net
A A A
LONDON - Jumlah korban yang menunggu lebih dari setahun untuk kasus mereka disidangkan di Inggris mencapai rekor tertinggi. Penyelesaian tumpukan kasus tersebut "bisa memakan waktu hampir 300 tahun," menurut Menteri Kehakiman Inggris Sarah Sackman.

Menurut angka Kementerian Kehakiman, saat ini terdapat tumpukan 80.061 kasus di pengadilan tinggi Inggris, dan 370.722 kasus di pengadilan magistrat tingkat bawah, meningkat masing-masing 5% dan 11% dibandingkan tahun lalu.

Sekitar 6.000 kasus pengadilan tinggi telah menunggu lebih dari dua tahun, dengan 2.000 kasus pemerkosaan tertunda lebih dari setahun.

Penutupan pengadilan dan lembaga pemerintah selama lockdown Covid-19 secara langsung bertanggung jawab atas meningkatnya waktu tunggu, dengan beban kasus di pengadilan tinggi meningkat dua kali lipat sejak tahun 2020.

Berbicara kepada Sky News pada hari Jumat, Sackman mengklaim Partai Buruh yang berkuasa "mulai menstabilkan tumpukan kasus," tetapi "dengan kecepatan ini, dibutuhkan hampir 300 tahun untuk menyelesaikan tumpukan kasus hingga kembali ke tingkat sebelum pandemi."

Perdana menteri Inggris yang akan segera lengser, Keir Starmer, telah menambah tumpukan kasus ini dengan mendorong penuntutan terhadap ratusan orang karena mengekspresikan sentimen sayap kanan dan anti-imigran secara daring, serta dengan melarang Palestine Action.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Iran Menggila! Markas...
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
Trump Klaim AS Segera...
Trump Klaim AS Segera Menangkan Perang Lawan Iran: Anda Akan Lihat Hasilnya
Rekomendasi
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
CKG 2026 Ungkap Penyakit...
CKG 2026 Ungkap Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi, Karies Gigi Jadi Masalah Terbanyak
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Berita Terkini
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved