Wali Kota Kiev Kritik Habis-habisan Pemerintah Ukraina

Minggu, 01 Januari 2023 - 05:30 WIB
loading...
Wali Kota Kiev Kritik...
Wali Kota Kiev Vitaly Klitschko. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Wali Kota Kiev Vitaly Klitschko menuduh otoritas Ukraina telah sangat meremehkan risiko serangan militer Rusia pada awal 2022.

Pejabat tersebut mengatakan kepada Der Spiegel bahwa seruannya pada saat itu untuk meningkatkan pertahanan sipil ibu kota tidak dihiraukan.

Dalam wawancara dengan outlet media Jerman yang diterbitkan pada Jumat, Klitschko menyesalkan bahwa, sementara dia telah "mendorong pertahanan sipil" dan bersikeras Ukraina "harus mempersiapkan diri", pemerintah terus mengatakan "semuanya akan baik-baik saja" tidak jauh sebelum Rusia meluncurkan operasi militernya pada akhir Februari.

Menurut wali kota Kiev, beberapa pejabat bahkan mengkritiknya saat itu karena "menimbulkan kepanikan".

Baca juga: Sydney Awali Pesta Tahun Baru 2023 di Penjuru Dunia dengan Kembang Api Megah

Dia melanjutkan dengan mengklaim sikap ini tersebar luas di kalangan pejabat Ukraina, meskipun ada peringatan dari pakar Barat dan Ukraina.

Meskipun indikasi serangan terencana sudah ada sejak akhir 2021, pemerintah Ukraina masih “terkejut dengan seberapa cepat Rusia mencapai” Kiev, menurut Klitschko.

Wali kota Kiev mengakui, ada rasa panik dan kekacauan di ibu kota Ukraina dalam 24 jam pertama serangan Rusia.

Ketika ditanya tentang siapa yang dia anggap bertanggung jawab atas kekacauan itu, dia berkata, "Sekarang bukan waktunya untuk mencari yang bersalah."

Menurut dia, semua kekurangan dan kesalahan akan dianalisis “setelah kemenangan.”

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.

Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun.

Pada September, Donetsk dan Lugansk, serta Wilayah Kherson dan Zaporozhye, digabungkan ke Rusia setelah referendum.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved