Kaleidoskop 2022: Perang Rusia-Ukraina Pecah, Dunia di Ambang Konflik Nuklir
Senin, 26 Desember 2022 - 12:42 WIB
loading...
A
A
A
Turki setidaknya pernah memasok drone Bayraktar TB2 yang dapat mengudara selama 27 jam. Para pakar menyebut drone tersebut sebagai pengubah permainan karena perannya telah merepotkan militer Moskow.
Amerika Serikat memasok senjata anti-tank Next Generation Light Anti-Armour Weapon (NLAW), rudal Stinger, rudal Javelin, dan rudal anti-kapal Harpoon.
Amerika juga telah memasok sistem pertahanan udara canggih National Advanced Surface-to-Air Missile System (NASAMS) dan sekarang bersiap memasok sistem pertahanan rudal Patriot.
Permintaan Ukraina yang tidak dipenuhi Amerika adalah jet tempur modern dengan alasan bisa memicu konflik langsung antara Washington dan Moskow, yang berarti Perang Dunia III pecah.
Selain AS dan Turki, Inggris juga gencar memasok senjata canggih ke Kiev. Contohnya, rudal Starstreak dan rudal Javelin.
Jerman dan Prancis juga memberikan sistem pertahanan udara ke Kiev.
Waswas Perang Nuklir
Masuknya senjata-senjata canggih NATO ke Ukraina membuat Rusia tidak senang. Moskow berkali-kali memperingatkan bahwa semua senjata NATO yang berada di Ukraina adalah target sah serangan Rusia.
Baca juga: Putin: Kami Tidak Gila, Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir Lebih Dulu
Keberadaan senjata NATO itu ditafsirkan Moskow sebagai ancaman terhadap eksistensi Rusia sebagai negara. Dengan penafsiran seperti itu, Moskow mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk perlindungan diri.
Presiden Vladimir Putin pada pekan pertama Desember ini mengatakan ancaman perang nuklir meningkat, tetapi dia menegaskan bahwa negaranya tidak gila dan tidak akan menggunakan bom nuklirnya terlebih dahulu.
"Ancaman seperti itu berkembang, akan salah untuk menyembunyikannya," kata Putin saat berbicara tentang prospek perang nuklir.
Namun dia menegaskan bahwa Rusia dalam keadaan apa pun tidak akan menggunakan senjata terlebih dahulu, dan tidak akan mengancam siapa pun dengan persenjataan nuklirnya.
Amerika Serikat memasok senjata anti-tank Next Generation Light Anti-Armour Weapon (NLAW), rudal Stinger, rudal Javelin, dan rudal anti-kapal Harpoon.
Amerika juga telah memasok sistem pertahanan udara canggih National Advanced Surface-to-Air Missile System (NASAMS) dan sekarang bersiap memasok sistem pertahanan rudal Patriot.
Permintaan Ukraina yang tidak dipenuhi Amerika adalah jet tempur modern dengan alasan bisa memicu konflik langsung antara Washington dan Moskow, yang berarti Perang Dunia III pecah.
Selain AS dan Turki, Inggris juga gencar memasok senjata canggih ke Kiev. Contohnya, rudal Starstreak dan rudal Javelin.
Jerman dan Prancis juga memberikan sistem pertahanan udara ke Kiev.
Waswas Perang Nuklir
Masuknya senjata-senjata canggih NATO ke Ukraina membuat Rusia tidak senang. Moskow berkali-kali memperingatkan bahwa semua senjata NATO yang berada di Ukraina adalah target sah serangan Rusia.
Baca juga: Putin: Kami Tidak Gila, Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir Lebih Dulu
Keberadaan senjata NATO itu ditafsirkan Moskow sebagai ancaman terhadap eksistensi Rusia sebagai negara. Dengan penafsiran seperti itu, Moskow mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk perlindungan diri.
Presiden Vladimir Putin pada pekan pertama Desember ini mengatakan ancaman perang nuklir meningkat, tetapi dia menegaskan bahwa negaranya tidak gila dan tidak akan menggunakan bom nuklirnya terlebih dahulu.
"Ancaman seperti itu berkembang, akan salah untuk menyembunyikannya," kata Putin saat berbicara tentang prospek perang nuklir.
Namun dia menegaskan bahwa Rusia dalam keadaan apa pun tidak akan menggunakan senjata terlebih dahulu, dan tidak akan mengancam siapa pun dengan persenjataan nuklirnya.
Lihat Juga :