Vladimir Putin: Kami Tidak Gila, Tak Akan Gunakan Bom Nuklir Lebih Dulu

Kamis, 08 Desember 2022 - 07:09 WIB
loading...
Vladimir Putin: Kami...
Presiden Vladimir Putin tegaskan Rusia tidak gila, tidak akan menggunakan senjata nuklirnya lebih dulu. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ancaman perang nuklir meningkat, tetapi dia menegaskan bahwa negaranya tidak gila dan tidak akan menggunakan bom nuklirnya terlebih dahulu.

Orang nomor satu Rusia ini bersikeras bahwa negaranya hanya akan menggunakan senjata pemusnah massal sebagai tanggapan atas serangan.

Berbicara pada pertemuan tahunan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Rusia pada hari Rabu, Putin juga mengatakan perang di Ukraina bisa menjadi proses yang panjang.

Para pejabat Barat percaya bahwa Putin awalnya merencanakan kemenangan cepat dalam perangnya di Ukraina.

Kapasitas Rusia untuk menggunakan senjata nuklir telah mendapat pengawasan yang meningkat sejak mereka menginvasi Ukraina pada bulan Februari.

Baca juga: Vladimir Putin Sebut Perang Rusia-Ukraina Akan Berlangsung Lama

"Ancaman seperti itu berkembang, akan salah untuk menyembunyikannya," kata Putin saat berbicara tentang prospek perang nuklir.

Namun dia menegaskan bahwa Rusia dalam keadaan apa pun tidak akan menggunakan senjata terlebih dahulu, dan tidak akan mengancam siapa pun dengan persenjataan nuklirnya.

"Kami tidak gila, kami menyadari apa itu senjata nuklir," katanya.

"Kami tidak akan berkeliling dunia mengacungkan senjata ini seperti pisau cukur," ujarnya, seperti dikutip BBC, Kamis (8/12/2022).

Putin juga mengeklaim bahwa Rusia memiliki senjata nuklir paling modern dan canggih di dunia, dan membandingkan strategi nuklirnya dengan Amerika Serikat (AS)—yang katanya telah melangkah lebih jauh dari Rusia dengan menempatkan senjata nuklirnya di wilayah lain.

Baca juga: Ini Wujud Asli Rudal Nuklir Setan II Rusia, Lebih Besar dari ICBM Minuteman II Amerika

"Kami tidak memiliki senjata nuklir, termasuk yang taktis, di wilayah negara lain, tetapi Amerika memilikinya—di Turki, dan di sejumlah negara Eropa lainnya," katanya.

Putin sebelumnya bersikeras bahwa doktrin nuklir Rusia hanya mengizinkan penggunaan senjata nuklir untuk pertahanan.

Tampaknya menyadari bahwa rencananya untuk mengeklaim kemenangan dalam beberapa hari setelah menginvasi Ukraina telah gagal, Putin mengakui perang bisa menjadi "proses yang panjang".

Namun, dia mengatakan hasilnya sudah signifikan—misalnya, wilayah baru yang diklaim Rusia secara setelah referendum di empat wilayah Ukraina. Kiev dan sekutu Barat-nya menganggapnya sebagai referendum palsu.

Dia juga mengeklaim bahwa bahwa aneksasi telah menjadikan Laut Azov—yang berbatasan dengan Ukraina tenggara dan Rusia barat daya—sebagai "laut pedalaman" Rusia, menambahkan bahwa ini adalah aspirasi Tsar Rusia Peter yang Agung.

Presiden Putin telah membandingkan dirinya dengan penguasa abad ke-17 dan ke-18 sebelumnya.

Tapi—meskipun mengklaim wilayah Kherson, Zaporizhzhia, Luhansk dan Donetsk sebagai wilayah baru Rusia—Moskow tidak sepenuhnya mengontrol wilayah tersebut.

Bulan lalu, pasukan Rusia terpaksa mundur dari kota Kherson, satu-satunya ibu kota regional yang mereka rebut sejak invasi Februari.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Berita Terkini
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved