Senjata Nuklir Moskow Hentikan Barat Memulai Perang Lawan Rusia

Senin, 26 Desember 2022 - 08:27 WIB
loading...
Senjata Nuklir Moskow...
Moskow klaim senjata nuklirnya telah mencegah Barat untuk memulai perang melawan Rusia. Foto/Twitter @DnKornev
A A A
MOSKOW - Persenjataan nuklir Moskow dan aturan yang ditetapkan untuk penggunaannya adalah satu-satunya faktor yang mencegah Barat memulai perang melawan Rusia .

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Rossiiskaya Gazeta pada hari Minggu.

Medevedev, mantan presiden yang juga sekutu utama Presiden Vladimir Putin, juga mengatakan Moskow akan melanjutkan perangnya di Ukraina sampai apa yang dia sebut "rezim menjijikkan yang hampir fasis" di Kiev disingkirkan dan negara itu telah didemiliterisasi total.

Baca juga: Putin: Negara yang Serang Rusia dengan Nuklir Akan Lenyap dari Muka Bumi!

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara terpisah pada Minggu, Putin mengatakan Rusia siap untuk bernegosiasi dengan semua pihak yang terlibat dalam perang. Tapi, kata dia, Kiev dan pendukung Baratnya yang menolak untuk terlibat dalam pembicaraan.

Medvedev, yang menjabat sebagai presiden Rusia dari 2008 hingga 2012, secara teratur mencela Barat, yang dia tuduh ingin memecah belah Rusia untuk menguntungkan Ukraina.

"Apakah Barat siap melancarkan perang besar-besaran melawan kami, termasuk perang nuklir, di tangan Kiev?" tulis Medevedev dalam artikel 4.500 kata tersebut, yang dikutip Reuters, Senin (26/12/2022).

"Satu-satunya hal yang menghentikan musuh kita hari ini adalah pemahaman bahwa Rusia akan dipandu oleh dasar-dasar kebijakan negara ...tentang pencegahan nuklir. Dan jika muncul ancaman nyata, itu akan menindak mereka," lanjut dia.

Baca juga: Rusia Bisa Adopsi Serangan Nuklir Preemptive AS: Satu Misil Dibalas 100 Rudal

Putin dan pejabat senior lainnya telah berulang kali mengatakan bahwa kebijakan Rusia tentang senjata nuklir adalah senjata itu dapat digunakan jika ada ancaman terhadap integritas teritorial.

Menurut para pakar, Rusia memiliki persediaan senjata nuklir terbesar di dunia, dengan hampir 6.000 hulu ledak.

Awal bulan ini, Putin mengatakan risiko perang nuklir meningkat, tetapi bersikeras bahwa Rusia tidak "gila" dan melihat persenjataan nuklirnya sendiri sebagai pencegah pertahanan murni.

"Dunia Barat sedang menyeimbangkan antara keinginan membara untuk mempermalukan, menyinggung, memotong-motong, dan menghancurkan Rusia sebanyak mungkin, di satu sisi, dan keinginan untuk menghindari kiamat nuklir, di sisi lain," kata Medvedev.

"Jika Rusia tidak mendapatkan jaminan keamanan yang dimintanya, dunia akan terus terhuyung-huyung ke ambang Perang Dunia III dan bencana nuklir. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mencegahnya," paparnya.

Medvedev juga mengatakan Rusia bisa melupakan hubungan normal dengan Barat selama bertahun-tahun dan mungkin beberapa dekade mendatang dan akan fokus pada hubungan dengan seluruh dunia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved