Aksi Vandalisme Hancurkan Lukisan Gua Berusia 30 Ribu Tahun

Kamis, 22 Desember 2022 - 05:31 WIB
loading...
Aksi Vandalisme Hancurkan...
Aksi vandalisme hancurkan lukisan gua berusia 30 ribu tahun di Australia Selatan. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
CANBERRA - Aksi vandalisme telah menghancurkan karya seni sakral di Australia Selatan yang diperkirakan berusia sekitar 30.000 tahun.

Seni Dataran Nullarbor, yang desainnya diukir dengan kapur di dinding Gua Koonalda, memiliki makna khusus bagi orang Aborigin Mirning di kawasan itu.

Para pengacau diperkirakan telah menggali di bawah gerbang baja sebelum mencoret-coret "jangan lihat sekarang, tapi ini adalah gua kematian" di dinding.

Pihak berwenang kini sedang menyelidiki aksi tersebut.

"Terus terang ini mengejutkan," kata Jaksa Agung Australia Selatan dan Menteri Urusan Aborigin, Kyam Maher, kepada Radio ABC yang dikutip dari BBC, Kamis (22/12/2022).

Baca: Trio Menhan AUKUS Bahas Pengadaan Kapal Selam Nuklir Australia

"Gua-gua ini adalah beberapa bukti paling awal pendudukan Aborigin di bagian negara itu," imbuhnya.

Tetua Aborigin Mirning, Bunna Lawrie, mengatakan kepada BBC bahwa dia pertama kali mendengar tentang vandalisme yang menghancurkan seni kuno itu dari media. Ia menyatak itu adalah contoh lain dari "penghormatan terus-menerus" yang dialami rakyatnya.

"Itu pelecehan terhadap negara kita dan pelecehan terhadap sejarah kami," katanya.

"Apa yang hilang sudah hilang dan kami tidak akan pernah mendapatkannya kembali," imbuhnya.

Gua Koonalda telah terdaftar sebagai situs Warisan Nasional sejak 2014.

Maher mengatakan bahwa mereka yang ditemukan bertanggung jawab atas vandalisme dapat menghadapi tuntutan, sesuatu yang menurut Lawrie akan diterimanya.

Baca: Dalang Bom Bali Umar Patek Dibebaskan, Publik Australia Marah

Tapi Maher dan pemerintah federal telah dikritik baik oleh para tetua dan ahli gua yang mengatakan mereka telah mengangkat masalah buruknya keamanan di sekitar lokasi beberapa bulan lalu.

Individu yang ditemukan telah merusak situs atau barang Aborigin saat ini menghadapi denda sebesar USD6.700 (Rp104 juta) atau hingga enam bulan penjara di bawah undang-undang warisan Aborigin Australia Selatan.

Namun, pihak berwenang telah berjanji untuk memperkuat undang-undang ini menyusul penyelidikan atas penghancuran tempat perlindungan batu Ngarai Juukan yang berusia 46.000 tahun.

Raksasa pertambangan Rio Tinto diperintahkan untuk membangun kembali situs Australia Barat setelah meledakkan tempat penampungan sebagai bagian dari proyek eksplorasi bijih besi pada tahun 2020. Beberapa tokoh senior dari perusahaan mengundurkan diri atas insiden tersebut.

Lawrie mengatakan undang-undang yang lebih baik untuk melindungi budaya Aborigin seharusnya sudah diberlakukan sejak lama.

Baca: Indonesia Pidanakan Seks di Luar Nikah, Australia Keluarkan Travel Advice
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved