Iran Klaim Pengayaan Uraniumnya Meningkat Dua Kali Lipat
Minggu, 18 Desember 2022 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Menlu Arab Saudi: Semua Taruhan Batal Jika Iran Dapat Senjata Nuklir
Masalah ini secara serius menghambat upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar, yang telah digantung sejak Amerika Serikat secara sepihak menarik diri pada 2018 di bawah presiden Donald Trump saat itu.
Delegasi IAEA awalnya berencana untuk melakukan perjalanan ke Teheran bulan lalu, tetapi kunjungan itu ditunda karena dewan gubernur badan tersebut mengecam Iran karena gagal memberikan jawaban yang “secara teknis kredibel”.
Di bawah kesepakatan 2015, Iran setuju untuk membatasi pengayaan uraniumnya hingga hanya di bawah empat persen, jauh di bawah tingkat 90 persen yang dianggap perlu untuk hulu ledak nuklir. Sebagai imbalan untuk itu dan pembatasan lainnya pada kegiatan nuklirnya, Iran dijanjikan keringanan dari sanksi internasional.
Masalah ini secara serius menghambat upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar, yang telah digantung sejak Amerika Serikat secara sepihak menarik diri pada 2018 di bawah presiden Donald Trump saat itu.
Delegasi IAEA awalnya berencana untuk melakukan perjalanan ke Teheran bulan lalu, tetapi kunjungan itu ditunda karena dewan gubernur badan tersebut mengecam Iran karena gagal memberikan jawaban yang “secara teknis kredibel”.
Di bawah kesepakatan 2015, Iran setuju untuk membatasi pengayaan uraniumnya hingga hanya di bawah empat persen, jauh di bawah tingkat 90 persen yang dianggap perlu untuk hulu ledak nuklir. Sebagai imbalan untuk itu dan pembatasan lainnya pada kegiatan nuklirnya, Iran dijanjikan keringanan dari sanksi internasional.
(esn)
Lihat Juga :