5 Kapal Perang Taiwan Bakal Dilengkapi Rudal Pembunuh Kapal Induk, China dalam Bahaya

Selasa, 13 Desember 2022 - 09:13 WIB
loading...
5 Kapal Perang Taiwan...
Kapal perang kelas Tuo Chiang Taiwan akan dilengkapi dengan rudal pembunuh kapal induk. Ini akan menjadi sumber bahaya bagi kapal induk China jika konflik pecah. Foto/Tien Yu-hua/Taipei Times
A A A
TAIPEI - Militer Taiwan mengumumkan rencana untuk memutakhirkan lima korvet kelas Tuo Chiang yang akan dilengkapi rudal pembunuh kapal induk .

Keberadaan mereka akan menjadi sumber bahaya bagi kapal induk mahal China.

Menurut laporan media Taiwan yang dikutip Sputnik, Selasa (13/12/2022), lima korvet—kapal perang kecil dengan bobot 685 ton—kelas Tuo Chiang yang tersisa dalam pesanan, masing-masing akan dimuati dengan delapan rudal anti-kapal supersonik Hsiung Feng III (Brave Wind).

Rudal pembunuh kapal induk ini adalah salah satu yang paling berbahaya di gudang senjata Taiwan, mendorong hulu ledak kelas 500 pound dengan kecepatan hingga 2,5 kali kecepatan suara, untuk menyerang target permukaan pada jarak hingga 250 mil.

Baca juga: Taiwan Siapkan Skenario Terburuk Hadapi China

Pada kecepatan dan jarak itu, rudal tersebut akan menimbulkan ancaman eksistensial bagi kapal perang yang jauh lebih besar darinya, bahkan kapal induk China yang masing-masing bobotnya dapat mencapai 85.000 ton, karena kesulitan pertahanan udara untuk melawannya.

Selain rudal canggih, kapal perang kelas Tuo Chiang yang akan dioperasikan Taiwan akan mendapatkan empat rudal anti-kapal Hsiung Feng II yang lebih tua dan 16 rudal surface-to-air Ha-Chien II.

Ketiga kapal kelas Tuo Chiang yang sudah selesai dibangun memiliki muatan senjata yang sedikit lebih ringan, tetapi tetap menjadi senjata ampuh.

Memasang kapal lincah seperti korvet dengan senjata "shoot-and-scoot" yang kuat seperti rudal adalah bagian dari strategi perang asimetris yang semakin dikejar oleh Taipei karena ketakutannya akan konflik dengan China tumbuh.

Amerika Serikat telah mendorong pemikiran asimetris di Taiwan, sebagian dimotivasi oleh konflik di Ukraina, di mana AS telah memasok Kiev dengan senjata pengepungan dan penyergapan dalam jumlah besar seperti rudal anti-tank yang ditembakkan di bahu dan artileri roket HIMARS.

AS telah menjual berbagai senjata anti-kapal dan anti-udara kepada Taipei dalam beberapa tahun terakhir, dan mendorong Taipei untuk meningkatkan korps pertahanan sipilnya jika terjadi invasi China.

Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang bandel dan melihat pemerintah Taipei sebagai sisa-sisa bekas Republik China, yang tetap hidup dengan dukungan dari kekuatan asing seperti AS.

AS telah menegaskan dukungannya terhadap Taiwan, sebuah masyarakat kapitalis dengan pemerintahan demokrasi liberal gaya Barat, sebagai senjata utama dalam "persaingan kekuatan besar" dengan China.

Ironisnya, bagaimanapun, Washington secara resmi mengakui posisi China di Taiwan dan setuju dengan kebijakan "Satu-China" Beijing.

Pengumuman dari militer Taiwan ini muncul di tengah laporan bahwa Jepang juga sedang berusaha untuk membeli ratusan rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat.

Rudal jarak jauh, yang dapat menyerang target 1.000 mil jauhnya, juga sedang dicari Tokyo sebagai tanggapan atas meningkatnya ketegangan di Taiwan, serta dengan Korea Utara.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Berita Terkini
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved