PBB Peringatkan Bahaya Barat Persenjatai Ukraina

Minggu, 11 Desember 2022 - 03:31 WIB
loading...
PBB Peringatkan Bahaya...
Daniel Kovalik, profesor hak asasi manusia internasional di Fakultas Hukum Universitas Pittsburgh kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Foto/media.un.org
A A A
NEW YORK - Dukungan militer Barat untuk Ukraina meningkatkan risiko senjata jatuh ke tangan yang salah. Peringatan itu diungkapkan Daniel Kovalik, profesor hak asasi manusia internasional di Fakultas Hukum Universitas Pittsburgh kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada Jumat (9/12/2022).

Menurut Kovalik, ketika senjata ini berhasil dikirim ke pasukan Ukraina, mereka sering digunakan untuk menembaki warga sipil di Donbass.



Berbicara pada pertemuan DK PBB untuk membahas pengiriman senjata Barat ke Ukraina, Kovalik mengklaim senjata ini berisiko dimiliki pengguna yang tidak diinginkan, termasuk penjahat.

“Namun, bahkan ketika senjata diberikan kepada orang yang tepat, itu belum tentu berakhir di tempat yang tepat,” ujar dia.

Baca juga: Cegah Migrasi Ilegal, Turki-Bulgaria Kerja Sama Kelola Keamanan Perbatasan

Dia mencatat Kiev telah mulai menembaki republik Donbass sejak tahun 2014.

Profesor itu mengatakan dia baru saja menghabiskan seminggu di kota Donetsk dan menyaksikan serangan Ukraina terhadap sasaran sipil yang melibatkan penggunaan senjata Barat yang, tampaknya, telah dikirim "ke tangan yang tepat."

Pengacara itu ingat bahwa dia telah melihat dengan matanya sendiri bagaimana pasukan Kiev telah menembaki sekolah lokal, stadion, dan fasilitas air.

“Tentu saja, air di Donetsk sangat mahal,” ujar dia, seraya menambahkan bahwa sistem penyaringan air kota telah dihancurkan pasukan Ukraina.

Dia juga merujuk pada materi sumber terbuka, termasuk laporan oleh outlet berita terkemuka Amerika, yang menguraikan kekhawatiran senjata Barat yang dikirim ke Ukraina dapat meningkatkan perdagangan senjata ilegal.

Secara khusus, Kovalik merujuk pada artikel CNN dari April 2022, yang mengklaim AS telah memutuskan mengambil "resiko sadar" dengan mempersenjatai Ukraina.

Outlet tersebut mengutip para pejabat Amerika yang telah mengakui beberapa senjata yang dipasok Barat “mungkin berakhir di tangan militer lain” yang tidak direncanakan AS untuk dipersenjatai.

"Itu jatuh ke dalam lubang hitam besar, dan Anda hampir tidak merasakannya sama sekali setelah beberapa saat," ujar sumber CNN saat itu.

Kovalik juga mengutip kepala Interpol, Jurgen Stock, yang memperingatkan pada Juni bahwa senjata yang dikirim ke Ukraina diharapkan “diperdagangkan tidak hanya ke negara tetangga tetapi juga ke benua lain.”

Menurut Kovalik, masalah ini memerlukan pengawasan internasional. “Namun, AS tidak akan melakukan itu," papar dia.

Dia mencatat Kongres telah menolak resolusi beberapa hari yang lalu yang meminta bantuan AS ke Ukraina untuk diaudit.

"Siapa yang mengawasi para penjaga?" dia bertanya, menambahkan bahwa ini adalah tanggung jawab DK PBB.

Pernyataannya datang saat Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, memperingatkan Barat tentang "konsekuensi" hukum pengiriman senjata ke Ukraina, yang kemudian digunakan untuk membunuh warga sipil di Donbass.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Gempa M7,0 Guncang Filipina,...
Gempa M7,0 Guncang Filipina, Gedung Kampus Ambruk
Rekomendasi
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Berita Terkini
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved