Pelajar Hong Kong Dilarang Terlibat Aktivitas Politik

Jum'at, 10 Juli 2020 - 11:07 WIB
loading...
A A A
Tokoh besar Dalai Lama juga kabur setelah kerusuhan anti-kekuasaan China bergejolak pada 1959. Menurut Sangay, rakyat Hong Kong memiliki hak dasar kemanusiaan dan demokrasi. Sayangnya, UU keamanan terbaru sudah diimplementasikan. (Baca juga: Merpati Sulit Kembali Terbang, Pegawai Disebut Hanya Tersisa 10 Orang)

Sangay bersama para pengikutnya melarikan diri menuju Himalaya kawasan India. Sebagai bentuk pencarian dukungan India dan perlawanan terhadap China, para pemberontak Tibet meminta India untuk tidak mempercayai klaim China di Himalaya.

Pasukan penjaga perbatasan China dan India telah terlibat bentrok di Ladakh, bulan lalu. Sebanyak 20 tentara India dilaporkan tewas dalam baku hantam tersebut. Pemerintah India juga menyatakan, tentara China merusak infrastruktur dan tenda tentara India.

China dan India telah menghadapi sengketa wilayah di Himalaya. Konflik tersebut sudah terjadi sejak lebih dari enam dekade lalu. Kedua pihak pernah terlibat berbagai bentrokan, termasuk kerusuhan antarpenjaga perbatasan sejak 1962. (Lihat videonya: Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya)

"Tak ada pihak yang ingin terlibat dalam perang. Kami juga tidak ingin berperang. Kami justru menginginkan perdamaian di kawasan," kata Sangay. "Namun, China ingin menjadi negara nomor satu di Asia dan dunia. Mereka tidak mungkin mengalah atau mundur karena tak ingin kehilangan kehormatan."

Sangay juga menuduh aplikasi sosial buatan China sarat dengan penyadapan intelijen. Dia menilai keputusan India untuk memblokade 57 aplikasi buatan China sangat tepat. Sebab, aplikasi tersebut dapat mengancam keamanan negara. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Berita Terkini
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved