Terungkap, Pasukan Khusus Ukraina Ada di Rusia Memandu Invasi Balik dengan Drone

Kamis, 08 Desember 2022 - 11:15 WIB
loading...
Terungkap, Pasukan Khusus...
Pasukan khusus Ukraina dilaporkan berada di wilayah Rusia dan memandu invasi balik dengan drone pada hari Senin lalu. Foto/Maxar Technologies/Handout via REUTERS
A A A
KIEV - Pasukan khusus Ukraina berada jauh di dalam wilayah Rusia dan membantu mengarahkan invasi balik dengan drone pada Senin.

Invasi balik Kiev menargetkan dua pangkalan militer Rusia, di mana dua pesawat pengebom nuklir dilaporkan rusak akibat serangan.

Peran pasukan khusus Kiev itu diungkap seorang pejabat senior dari lingkaran dalam Presiden Volodymyr Zelensky. Dia berbicara dalam kondisi anonim kepada ABC News, Rabu (7/12/2022).

Amerika Serikat (AS), pendukung utama Kiev, tidak memiliki penilaian atas serangan pesawat tak berawak jauh di dalam wilayah Rusia—yang menurut orang dekat Zelensky adalah tanggung jawab militer Ukraina.

Baca juga: Ukraina Diduga Invasi Balik Rusia, Ini Reaksi AS

“Saya tidak ingin berspekulasi tentang apakah Ukraina bertanggung jawab atas serangan ini,” kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan.

Jean-Pierre juga mengatakan kepada wartawan Rusia yang harus disalahkan atas konflik ini.

Menurut pejabat Barat, Rusia telah kehabisan drone buatan Iran. Rusia telah menggunakan drone yang mematikan, bersama dengan rudal, dalam gelombang pengeboman udara terhadap infrastruktur Ukraina selama beberapa minggu.

Tapi drone-drone itu tidak hadir dalam serangan Rusia baru-baru ini. Seorang pejabat barat mengatakan Rusia "mengantisipasi pasokan".

Mengingat serangan pesawat tak berawak Ukraina di pangkalan udara militer jauh di dalam wilayah Rusia, para pejabat Barat mengatakan Rusia sekarang akan menjalani "sejumlah besar pencarian jiwa" atas kemampuan mereka untuk mempertahankan aset militer yang signifikan jauh di dalam perbatasan Rusia.

Pejabat itu, yang mencirikan serangan itu sebagai "kegagalan keamanan yang mengerikan" mengatakan potensi militer Rusia secara konsisten dilebih-lebihkan oleh Barat.

"Saya tidak lagi menganggap orang Rusia setinggi sepuluh kaki," kata pejabat itu.

Baca juga: Ukraina Diduga Invasi Balik Rusia, Penasihat Zelensky Ledek Moskow

Sementara itu, serangan pesawat tak berawak yang ditargetkan pada hari Selasa di lapangan terbang Rusia di wilayah perbatasan Kursk, membakar tangki penyimpanan minyak.

Roman Starovoyt, gubernur wilayah Kursk yang berbatasan dengan Ukraina, mengatakan di aplikasi perpesanan Telegram bahwa tidak ada korban yang dilaporkan setelah serangan hari Selasa, menambahkan bahwa api itu "terlokalisasi".

Serangan itu terjadi satu hari setelah serangan terhadap dua lapangan udara militer jauh di dalam wilayah Rusia yang menewaskan tiga tentara dan melukai empat lainnya.

Rusia menyalahkan Ukraina atas serangan di lapangan terbang Dyagilevo di wilayah Ryazan dan lapangan terbang Engels di wilayah Saratov.

Wilayah Saratov setidaknya berjarak 600 km (370 mil) dari perbatasan Ukraina terdekat. Banyak komentator dan analis berpendapat bahwa ini berarti pasukan Ukraina mampu menyerang Moskow.

Kantor berita Reuters mengutip analis militer Ukraina Serhiy Zgurets yang mengatakan bahwa lapangan udara Dyagilevo dan Engels yang diserang pada hari Senin adalah satu-satunya fasilitas yang mampu melayani pesawat pengebom nuklir yang sepenuhnya digunakan untuk melancarkan serangan ke Ukraina.

Lapangan terbang Engels adalah rumah bagi beberapa pesawat pengebom strategis berkemampuan nuklir besar Rusia; Tu-95 dan Tu-160.

The New York Times mengutip seorang pejabat senior Ukraina yang tidak disebutkan namanya pada hari Senin yang mengkonfirmasikan bahwa Kiev menyerang dua pangkalan militer di dalam Rusia menggunakan pesawat nirawak.

Pemerintah Ukraina sebelumnya menolak untuk segera mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Rusia atau pun wilayah Crimea.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved