Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!

Jum'at, 19 Juni 2026 - 13:55 WIB
loading...
Kecaman Wapres AS ke...
Wakil Presiden AS J.D. Vance mengecam para anggota kabinet Israel karena mengkritik kesepakatan perdamaian AS dan Iran. Foto/ABC News
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) J.D. Vance semakin keras dalam mengecam Israel setelah para anggota kabinet Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengkritik kesepakatan damai yang dicapai Amerika dengan Iran. Menurut Vance, Zionis Israel seharusnya beterima kasih karena sudah dibantu Washington, terutama dalam hal persenjataan.

Tanpa menyebut nama, Vance memperingatkan anggota kabinet Netanyahu untuk berhati-hati dalam mengkritik Presiden Amerika Donald Trump yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengakhiran perang dengan Iran.

Baca Juga: AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel

“Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini,” kata Vance.

“Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia,” ujarnya di Gedung Putih pada hari Kamis, yang dikutip CNBC, Jumat (19/6/2026).

Tak cukup, Vance melanjutkan dengan membeberkan bantuan Amerika. “Selama tiga bulan terakhir, dua pertiga dari senjata pertahanan yang telah melindungi tanah air Anda telah dibangun oleh tangan Amerika dan dibayar dengan uang pajak Amerika," ujarnya.

Itu adalah kecaman pedas langka seorang pemimpin Amerika terhadap para pejabat Israel, dan juga terhadap para anggota Parlemen AS pro-Israel. Vance membela kesepakatan yang diteken Trump, dengan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membayar Republik Islam Iran dan bahwa setiap manfaat ekonomi bagi Iran bergantung pada kepatuhan penuh negara Islam itu terhadap perjanjian.

“Amerika Serikat tidak memberikan sepeser pun uang kepada Iran,” kata Vance.

Komentar Vance muncul ketika Gedung Putih menghadapi reaksi keras dari Partai Republik—partainya Trump— mengenai apakah presiden memberikan terlalu banyak kepada Iran dalam nota kesepahaman 14 poin yang mencakup keringanan sanksi, akses ke dana yang dibekukan, dan rencana rekonstruksi senilai USD300 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Wabah Parasit di Michigan...
Wabah Parasit di Michigan Meluas, Lebih dari 3.300 Orang Terinfeksi
Trump Enggan Beri Target...
Trump Enggan Beri Target Waktu untuk Iran: Mereka Sudah Paham!
Rekomendasi
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA Buntut Selebrasi Pemain di Spanduk Politik
Dokter Tifa Optimistis...
Dokter Tifa Optimistis Eksepsinya Dikabulkan Hakim
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasok BBM ke SPBU, Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Subsidi
Berita Terkini
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved