AS Diam-diam Modifikasi HIMARS yang Dikirim ke Ukraina, Tujuannya…

Selasa, 06 Desember 2022 - 08:59 WIB
loading...
AS Diam-diam Modifikasi HIMARS yang Dikirim ke Ukraina, Tujuannya…
Marinir AS memeriksa Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) M142 setelah latihan tembak langsung pada 13 Oktober 2022. Foto/REUTERS/Eloisa Lopez
A A A
WASHINGTON - Peluncur roket HIMARS yang diterima Ukraina dari Washington telah “dimodifikasi secara diam-diam” sehingga tidak dapat menggunakan rudal jarak jauh, bahkan jika Kiev memperolehnya dari tempat lain.

Wall Street Journal (WSJ) melaporkan hal itu pada Senin (5/12/2022), mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Sebanyak 20 peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) M142 telah dikirim ke Ukraina sejak Juni, bersama dengan beberapa batch peluru kendali dan kendaraan GMLRS. GMLRS memiliki jangkauan hampir 80 kilometer.

Baca juga: Anggota Parlemen AS Selidiki Kesepakatan Minyak Rahasia Biden dan Arab Saudi

Beberapa aktivis sejak itu menyerukan agar Ukraina juga menerima roket ATACMS, dengan jangkauan lebih dari 300 kilometer. AS telah menolak, sejauh ini.

“Bahkan jika Gedung Putih berubah pikiran, atau Kiev berhasil mendapatkan ATACMS, atau rudal jarak jauh serupa, dari tempat lain, mereka tidak akan bekerja di HIMARS yang saat ini ada di lapangan,” ungkap laporan WSJ.

“Modifikasi yang dilakukan pada sistem sebelum dikirim ke Ukraina melibatkan perangkat keras dan perangkat lunak,” ungkap pejabat yang tidak disebutkan namanya yang berbicara dengan outlet tersebut.

Baca juga: Putin Mengemudi Mobil Sendiri Lewati Jembatan Crimea yang Sudah Diperbaiki

Militer Ukraina menolak berkomentar. Begitu pula Pentagon, berdalih, "Pertimbangan keamanan operasional."

Menurut WSJ, “Modifikasi tersebut mencerminkan kekhawatiran di antara pejabat pemerintah bahwa mitra Ukraina mereka mungkin berhenti menepati janjinya untuk tidak menyerang wilayah Rusia dengan senjata yang disediakan AS, serta keinginan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mengurangi risiko perang yang lebih luas dengan Rusia.”
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4218 seconds (11.97#12.26)