Rusia Kumpulkan 2 Lusin Bomber, Diduga Segera Gempur Ukraina Besar-besaran

Jum'at, 02 Desember 2022 - 07:26 WIB
loading...
Rusia Kumpulkan 2 Lusin Bomber, Diduga Segera Gempur Ukraina Besar-besaran
Rusia kumpulkan selusin pesawat pengebom berkemampuan nuklir dan rudal jelalajah di bandara Engels-2. Diduga serangan besar-besara terhadap Ukraina segera terjadi. Foto/Maxar via The Mirror
A A A
MOSKOW - Rusia telah mengumpulkan sekitar dua lusin pesawat pengebom (bomber) berkemampuan nuklir dan rudal jelajah di bandara Engels-2. Para analis menduga serangan besar-besaran terhadap Ukraina akan segera terjadi.

Citra satelit yang disediakan oleh perusahaan Maxar Technologies yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menunjukkan penumpukan besar-besaran bomber Rusia di bandara Engels-2, yang terletak sekitar 700 km (435 mil) dari perbatasan Ukraina.

Sekitar dua lusin bomber berkemampuan nuklir itu mencakup Tu-95 dan Tu-160. Kedua jenis pesawat itu telah menjadi andalan Rusia untuk melakukan serangan rudal jelajah.

Baca juga: Rusia: Bentrokan Kekuatan Nuklir Harus Dihindari, Eskalasi Bisa Lepas Kendali

Para analis mengatakan jumlah pesawat di landasan itu tidak biasa dan bisa mengindikasikan serangan yang mengancam.

"Jumlah bomber yang luar biasa tinggi di landasan merupakan indikasi peningkatan operasi, jika bukan serangan skala besar yang akan segera terjadi," kata analis militer Arda Mevlutoglu kepada media Jerman; Spiegel, yang dilansir The Mirror,Jumat (2/12/2022).

Di samping pesawat pengebom jarak jauh terdapat sejumlah pesawat tanker bahan bakar dan kotak amunisi.

Ada juga sejumlah wheel loader yang digunakan untuk mengangkut rudal jelajah X-55 dan X-101—yang memiliki jangkauan 2.500 km dan mampu membawa hulu ledak nuklir.

Rusia telah menggunakan rudal jelajah untuk menyerang target Ukraina dari tanah Rusia—yang membuat peluncur mereka jauh dari jangkauan sistem pertahanan anti-pesawat Ukraina.

Kekhawatiran akan serangan besar-besaran itu muncul setelah sebuah laporan menganalisis kinerja memalukan Rusia sejak dimulainya perang pekan terakhir Februari lalu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1384 seconds (10.55#12.26)