5 Fakta Keterlibatan CIA dalam Penggulingan Bashar Al Assad

Kamis, 19 Desember 2024 - 14:26 WIB
loading...
5 Fakta Keterlibatan...
CIA memiliki keterlibatan dalam penggulingan Bashar Al Assad. Foto/X/@beyondmonitor
A A A
DAMASKUS - “ Suriah bebas,” tulis Satuan Tugas Darurat Suriah atau Syrian Emergency Task Force (SETF) dalam sebuah unggahan di X, yang sebelumnya bernama Twitter, tak lama setelah sekelompok kelompok pemberontak menyerbu Damaskus dan menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.

SETF dikenal sebagai kelompok yang memiliki afiliasi dengan CIA. Seperti kebanyakan strategi CIA di berbagai negara, mereka kerap menggunakan lembaga lain untuk beroperasi dan mengordinasi gerakan pemberontakan.

“Misi Tercapai. Satuan Tugas Darurat Suriah dengan bangga mengumumkan bahwa rezim Assad, Rusia, dan Iran telah secara resmi dikalahkan di Suriah oleh rakyat Suriah sendiri dan tanpa dukungan dari luar dari komunitas internasional,” bunyi pernyataan tersebut.

Sebagai tanggapan, seorang pengguna X mengecam SETF, dengan mengatakan bahwa seorang pemimpin al-Qaeda yang memiliki hubungan kuat dengan kelompok teroris Daesh dan badan intelijen Barat “adalah kebebasan yang saya harapkan.”

5 Fakta Keterlibatan CIA dalam Penggulingan Bashar Al Assad

1. SETF Dituduh sebagai Proksi CIA

Melansir Press TV, SETF telah lama menjadi garda terdepan dalam proyek "perubahan rezim" Amerika di Suriah, yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), organisasi proksi dari Badan Intelijen Pusat (CIA), badan mata-mata asing dari kompleks industri-militer AS.

Beroperasi dengan kedok "mengakhiri kekejaman terhadap warga sipil Suriah," badan yang difitnah ini telah secara aktif menjalankan agenda "perubahan rezim" Washington di Suriah melalui sanksi yang melumpuhkan dan operasi psikologis untuk mempengaruhi opini publik di negara Arab itu agar menentang pemerintah terpilihnya.

Hanya sehari setelah Assad digulingkan dari Damaskus, Direktur Eksekutif SETF Mouaz Moustafa bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan untuk membahas pencapaian "misi" Amerika.

Moustafa dilaporkan juga meminta dukungan yang lebih besar dari pemerintah AS sebagai imbalan.

2. Penggulingan Assad Menelan Dana hingga Jutaan Dolar

Dokumen yang bocor mengungkapkan bahwa SETF telah menerima jutaan dolar selama bertahun-tahun untuk secara agresif memajukan agenda AS dan sekutunya di Suriah, dengan pendanaan yang disalurkan melalui USAID.

“Lihat hibah SETF senilai $153.535 dari USAID, potongan CIA. Hibah tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pengiriman bantuan ke kamp Rukhban tetapi juga mencakup 'melaksanakan wawancara informan kunci,'” tulis jurnalis Amerika Max Blumenthal dalam sebuah posting di X, membagikan gambar salah satu tanda terima tersebut.

Baca Juga: Khamenei: Poros Perlawanan Tetap Kuat meskipun Rezim Assad Tumbang

3. Tetap Melibatkan Zionis

“SETF telah menjadi yang terdepan dalam melobi AS untuk melancarkan perang di Suriah, mengajak John McCain dalam perjalanannya yang terkenal pada tahun 2013 sebelum ia menyerukan untuk mengebom Damaskus. Setf memainkan peran penting dalam sanksi Caesar, yang telah menjerumuskan warga sipil Suriah ke dalam kemiskinan, dan tetap menjadi pusat dari semua kegiatan perubahan rezim,” tambah Blumenthal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
AS Hendak Kerahkan 5.000...
AS Hendak Kerahkan 5.000 Tentara Tambahan ke Polandia, Rusia: Tidak Dapat Diterima!
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Ditutup, Airlangga Hartarto: Ini Bagian Silaturahmi Lingkungan Pasar Modal
GWM Siap Luncurkan Ora...
GWM Siap Luncurkan Ora Ballet Cat Facelift Bertenaga 201 hp
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Berita Terkini
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved