Gara-gara China, Australia Batalkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong

Kamis, 09 Juli 2020 - 17:42 WIB
loading...
Gara-gara China, Australia...
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, undang-undang keamanan nasional di Hong Kong adalah perubahan mendasar keadaan dan Australia akan menangguhkan perjanjian ekstradisi. Foto/REUTERS
A A A
CANBERRA - Pemerintah Australia dilaporkan membatalkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong dan mengumumkan langkah-langkah untuk menarik orang, dan bisnis dari negara itu. Undang-undang keamanan nasional baru atas Hong Kong yang disahkan China beberapa waktu meletarbelakangi keputusan Australia tersebut.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, undang-undang keamanan nasional di Hong Kong adalah perubahan mendasar keadaan dan Australia akan menangguhkan perjanjian ekstradisi.

( Baca juga: Pemerintah Larang Lagu Glory to Hong Kong Dinyanyikan di Sekolah )

"Akan ada warga Hong Kong yang mungkin mencari untuk pindah ke tempat lain, untuk memulai kehidupan baru di tempat lain, untuk mengambil keterampilan mereka, bisnis mereka," kata Morrison, seperti dilansir Reuters pada Kamis (9/7/2020).

Morrison mengatakan, siswa lulusan dan pekerja asal Hong Kong di Australia dengan visa sementara akan memiliki kesempatan untuk tinggal dan bisa mendapatkan izin bekerja tambahan selama lima tahun, dan mengajukan permohonan izin tinggal permanen setelah waktu itu.

( Baca juga: KPK dan Pemprov DKI Bahas Penyaluran Bansos Warga Terdampak Covid-19 )

Ada 10 ribu warga negara Hong Kong di Australia dengan visa pelajar atau visa kerja sementara. Di masa depan, menurut Morrison, visa pelajar juga akan ditawarkan untuk jangka waktu lima tahun, namun dia mengatakan pihaknya tidak mengharapkan banyak orang yang mengajukan hal itu dalam waktu dekat.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Balas Dendam! Iran Gempur...
Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait
Rekomendasi
Kisah Maroko di Piala...
Kisah Maroko di Piala Dunia 2026: Cuma 7 Pemain Kelahiran Tanah Asal, Mayoritas dari Eropa
Microdrama Lagi Viral,...
Microdrama Lagi Viral, Judul You Light Up My World Wajib Ditonton di V+Short
Solusi Menginap Berkualitas...
Solusi Menginap Berkualitas dengan Biaya Terjangkau Mulai Rp100.000
Berita Terkini
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved