Pemerintah Larang Lagu Glory to Hong Kong Dinyanyikan di Sekolah

Rabu, 08 Juli 2020 - 14:53 WIB
loading...
Pemerintah Larang Lagu...
Otoritas Hong Kong melarang siswa sekolah menyanyikan lagu protes Glory to Hong Kong di sekolah. Foto/Straits Times
A A A
HONG KONG - Otoritas Hong Kong melarang siswa sekolah menyanyikan "Glory to Hong Kong", lagu tidak resmi dari gerakan protes pro demokrasi. Larangan ini dikeluarkan hanya beberapa jam setelah Beijing mendirikan biro keamanan nasional yang baru di kota yang diperintah China itu.

Undang-undang keamanan baru yang diberlakukan di Hong Kong oleh Beijing mengharuskan pusat keuangan Asia itu untuk memperkenalkan pendidikan keamanan nasional di sekolah-sekolah dan universitas serta melalui organisasi sosial, media, internet. (Baca: China Lakukan Sensor dan Akses Data Pengguna Internet Hong Kong )

Larangan lagu protes di sekolah lebih lanjut akan memicu kekhawatiran bahwa undang-undang keamanan baru akan menghancurkan kebebasan di kota paling bebas di China itu. Terlebih lagi larangan itu diberlakukan beberapa hari setelah perpustakaan umum mengeluarkan buku-buku beberapa tokoh pro-demokrasi dari rak mereka.

Pihak berwenang juga melarang slogan-slogan protes ketika undang-undang baru mulai berlaku minggu lalu. (Baca: Slogan ‘Bebaskan Hong Kong, Revolusi Zaman Kita’ Dilarang Pemerintah )

Sekretaris Pendidikan Kevin Yeung, menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen, mengatakan siswa tidak boleh berpartisipasi dalam boikot kelas, melantunkan slogan, membentuk rantai manusia atau menyanyikan lagu yang berisi pesan-pesan politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Horor! Siswa Pilot Terpaksa...
Horor! Siswa Pilot Terpaksa Mendarat Sendiri Usai Instrukturnya Tiba-Tiba Lompat Keluar Pesawat
Serangan Rudal AS Hancurkan...
Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia
Rekomendasi
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Persoalkan Penetapan...
Persoalkan Penetapan Tersangka, Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Digelar Hari Ini
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Berita Terkini
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved