Perang 9 Bulan, 16.000 Rudal Rusia Hujani Ukraina

Selasa, 29 November 2022 - 10:46 WIB
loading...
Perang 9 Bulan, 16.000...
Kiev sebut lebih dari 16.000 rudal Rusia menghujani Ukraina sejak perang dimulai 9 bulan lalu. Foto/Layanan Darurat Negara Ukraina
A A A
KIEV - Lebih dari 16.000 rudal Rusia telah menghujani Ukraina sejak perang dimulai sembilan bulan lalu.

Data itu dipaparkan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov. Menurutnya, invasi Moskow mayoritas menargetkan sipil.

“Selama sembilan bulan terakhir, Rusia telah meluncurkan lebih dari 16.000 serangan rudal ke Ukraina. 97% target Rusia adalah sipil. Kami berperang melawan negara teroris,” kata Reznikov, yang membagikan rincian serangan Moskow di Twitter, sebagaimana dikutip Ukrinform, Selasa (29/11/2022).

Namun demikian, kata Rzenikov, Ukraina akan memenangkan perang dan membawa para penjahat perang ke pengadilan.

Baca juga: Rusia Kirim Kapal Perang dengan Rudal Kalibr ke Laut Hitam, Ukraina Siaga Serangan Besar

Menurut infografis yang di-posting oleh Reznikov, berikut rincian serangan misil Rusia ke Ukraina sejak awal invasi akhir Februari lalu:

-Lebih dari 12.300 serangan rudal di daerah pinggiran kota dan desa-desa
-Sekitar 1.900 serangan rudal di rumah-rumah penduduk
-Sekitar 500 serangan rudal di objek militer
-Sekitar 250 serangan rudal di infrastruktur transportasi
-Sekitar 220 serangan rudal di infrastruktur energi
-Sekitar 800 serangan rudal di target-target lainnya

Militer Rusia belum memberikan data total serangan rudal sejak perang dimulai sebagai pembanding data yang dipaparkan Ukraina.

Pasokan bantuan senjata Barat juga terus mengalir ke Kiev untuk melawan invasi Moskow. Yang terbaru, Inggris mengirim rudal canggih Brimstone 2 yang bisa membantu pasukan Kiev memburu tank tempur Moskow.

Meski sudah lebih dari sembilan pulang, tak ada tanda-tanda perang Rusia di Ukraina akan diakhiri.

Militer Ukraina bahkan melaporkan Moskow telah mengirim sebuah kapal perang bersenjata rudal jelajah Kalibr ke Laut Hitam, membuat Kiev siaga terhadap serangan besar-besaran terbaru Rusia,

Juru bicara militer Kiev, Natalia Gumeniuk, mengatakan kehadiran kapal perang itu mengindikasikan persiapan sedang dilakukan oleh Rusia untuk meluncurkan gelombang baru serangan rudal terhadap jaringan energi Ukraina.

"Kemungkinan besar awal pekan ini akan ditandai dengan serangan seperti itu," katanya, seperti dikutip The Telegraph.

Dengan suhu yang turun di bawah nol derajat Ceslsius, serangan Rusia yang berulang kali membuat jaringan energi Ukraina tertatih-tatih di ambang kehancuran, dan mengganggu pasokan listrik dan air ke jutaan orang selama beberapa pekan terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan minggu yang akan datang bisa sama sulitnya dengan yang telah berlalu saat Rusia bersiap untuk melancarkan serangan baru.

“Kami memahami bahwa teroris sedang merencanakan serangan baru. Kami mengetahui fakta ini,” kata Zelensky dalam pidato Minggu malam.

"Dan selama mereka memiliki misil, sayangnya, mereka tidak akan tenang," ujarnya.

"Pasukan pertahanan kita sedang bersiap-siap. Seluruh negeri sedang bersiap-siap,” kata Zelensky. “Kami telah mengerjakan semua skenario, termasuk dengan mitra kami," imbuh dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved