Aneh, Kawanan Domba di China Berjalan Melingkar Selama 12 Hari

Minggu, 20 November 2022 - 18:00 WIB
loading...
Aneh, Kawanan Domba di China Berjalan Melingkar Selama 12 Hari
Aneh, Kawanan Domba di China Berjalan Melingkar Selama 12 Hari. FOTO/Twitter
A A A
BEIJING - Lusinan domba berjalan dalam sebuah lingkaran selama 12 hari berturut-turut. Peristiwa aneh yang terekam video pengawas ini terjadi di China utara.

Rekaman video itu menunjukkan kawanan besar terus berbaris searah jarum jam dalam lingkaran yang hampir sempurna di sebuah peternakan. Beberapa domba lain dapat terlihat menonton dari luar rotasi, sementara yang lain terkadang berdiri tak bergerak di tengah.

Baca: Sempat Muncul, Kasus Kematian Domba akibat PMK di KBB Sudah Nihil

Video adegan aneh itu di-tweet pada Rabu (16/11/2022) oleh outlet milik pemerintah China People's Daily, yang melaporkan domba-domba itu dalam keadaan sehat dan penyebab perilaku itu tetap menjadi misteri.

Pemilik domba, yang diidentifikasi sebagai Ms. Miao, mengklaim tontonan dimulai dengan beberapa domba sebelum seluruh kawanan bergabung. Meskipun ada 34 kandang domba di peternakan itu, namun hanya domba di kandang nomor 13 yang bertindak seperti ini.

Mereka sudah berpindah-pindah sejak 4 November. Tidak jelas apakah mereka berhenti untuk makan atau minum. Beberapa orang berspekulasi bahwa perilaku domba dapat disebabkan oleh penyakit bakteri yang disebut Listeriosis – juga dikenal sebagai “penyakit melingkar”.

Baca: Misteri Kawanan Domba Berjalan Melingkar Mengundang Banyak Tanda Tanya

“Awalnya, hewan yang terkena adalah anoreksia, depresi, dan disorientasi. Mereka mungkin mendorong diri mereka sendiri ke sudut, bersandar pada benda yang tidak bergerak, atau berputar ke arah sisi yang terkena,” menurut referensi medis Merck Manual.

Wabah biasanya terjadi sebagai akibat dari silase yang rusak atau berkualitas rendah, menurut Merck Manual. Namun, pada domba dan kambing, kematian biasanya terjadi dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah gejala diamati.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3695 seconds (10.177#12.26)