Pemimpin Tertinggi Taliban Perintahkan Penegakan Penuh Hukum Islam

Selasa, 15 November 2022 - 05:30 WIB
loading...
Pemimpin Tertinggi Taliban...
Pemimpin Tertinggi Taliban Perintahkan Penegakan Penuh Hukum Islam. FOTO/Reuters
A A A
KABUL - Pemimpin tertinggi Taliban Afghanistan telah memerintahkan hakim untuk sepenuhnya menegakkan aspek hukum Islam yang mencakup eksekusi di depan umum, rajam, dan cambuk, serta amputasi anggota badan bagi pencuri, kata kepala juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Seperti dilaporkan AFP, Mujahid mentweet pada Minggu (13/11/2022) malam, bahwa perintah "wajib" oleh Hibatullah Akhundzada datang setelah pemimpin rahasia itu bertemu dengan sekelompok hakim.

Baca: Taliban Larang Wanita Afghanistan Masuk Taman Hiburan di Kabul

Akhundzada, yang belum pernah difilmkan atau difoto di depan umum sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus tahun lalu, memerintah dengan dekrit dari Kandahar, tempat kelahiran dan jantung spiritual gerakan tersebut.

Taliban menjanjikan versi yang lebih lembut dari aturan keras yang menandai tugas pertama mereka dalam kekuasaan, dari 1996-2001, tetapi secara bertahap menekan hak dan kebebasan.

"Hati-hati memeriksa file pencuri, penculik dan penghasut," kata Akhundzada mengutip Mujahid. “Berkas-berkas itu di mana semua syarat syariah (hukum Islam) hudud dan qisas telah terpenuhi, Anda wajib menerapkannya. Ini adalah hukum syariat, dan perintah saya, yang wajib,” lanjutnya.

Baca: Budidaya Opium Melonjak Sejak Taliban Ambil Alih Afghanistan

Hudud mengacu pada pelanggaran yang, di bawah hukum Islam, jenis hukuman tertentu diamanatkan, sementara qisas diterjemahkan sebagai “pembalasan dalam bentuk barang” — secara efektif mata ganti mata.

Kejahatan hudud termasuk perzinahan - dan menuduh seseorang melakukannya - minum alkohol, pencurian, penculikan dan perampokan jalan raya, kemurtadan dan pemberontakan. Qisas mencakup pembunuhan dan cedera yang disengaja, antara lain, tetapi juga memungkinkan bagi keluarga korban untuk menerima kompensasi sebagai pengganti hukuman.

Media sosial telah dibanjiri selama lebih dari setahun – dan bahkan baru-baru ini – dengan video dan gambar pejuang Taliban yang melakukan cambuk kepada orang-orang yang dituduh melakukan berbagai pelanggaran.

Baca: Taliban Klaim Tewaskan 6 Anggota ISIS yang Teribat Serangan ke Masjid

Taliban juga beberapa kali menunjukkan di depan umum mayat para penculik yang mereka katakan tewas dalam baku tembak. Ada juga laporan tentang pezina yang dicambuk di daerah pedesaan setelah salat Jumat, tetapi verifikasi independen sulit diperoleh.

Rahima Popalzai, seorang analis hukum dan politik, mengatakan dekrit itu bisa menjadi upaya Taliban untuk mengeraskan reputasi yang mungkin mereka rasakan telah melunak sejak mereka kembali berkuasa.

“Jika mereka benar-benar mulai menerapkan hudud dan qisas, mereka akan bertujuan untuk menciptakan ketakutan masyarakat yang secara bertahap hilang,” katanya. Dia menambahkan, Taliban juga ingin memoles kredensial Islam mereka.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved