Budidaya Opium Melonjak Sejak Taliban Ambil Alih Afghanistan
Rabu, 02 November 2022 - 14:00 WIB
loading...
Petani berjalan melalui ladang opium di distrik Gereshk di provinsi Helmand, Afghanistan, 8 April 2016. Foto/REUTERS/Abdul Malik
A
A
A
KABUL - Budidaya opium di Afghanistan berkembang pesat sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021.
Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengungkapkan laporan terbaru pada Selasa (1/11/2022). Afghanistan merupakan penanam opium terbesar di dunia.
“Lahan budidaya opium di negara itu naik 32% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 233.000 hektar,” ungkap laporan terbaru badan PBB itu.
“Setelah larangan budidaya opium dan narkotika lainnya diberlakukan pada April, harga opium melonjak,” papar UNODC.
Baca juga: Pasukan Amerika Serikat Dilaporkan Sudah Berada di Wilayah Ukraina
Akibatnya, panen opium 2022, yang sebagian besar dikecualikan dari keputusan Taliban karena ada masa tenggang dua bulan, menjadi “yang paling menguntungkan bagi petani sejak 2017.”
Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengungkapkan laporan terbaru pada Selasa (1/11/2022). Afghanistan merupakan penanam opium terbesar di dunia.
“Lahan budidaya opium di negara itu naik 32% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 233.000 hektar,” ungkap laporan terbaru badan PBB itu.
“Setelah larangan budidaya opium dan narkotika lainnya diberlakukan pada April, harga opium melonjak,” papar UNODC.
Baca juga: Pasukan Amerika Serikat Dilaporkan Sudah Berada di Wilayah Ukraina
Akibatnya, panen opium 2022, yang sebagian besar dikecualikan dari keputusan Taliban karena ada masa tenggang dua bulan, menjadi “yang paling menguntungkan bagi petani sejak 2017.”
Lihat Juga :