Arab Saudi: Dunia Berharap Menyalibkan Pemasok Minyak Utama
Sabtu, 12 November 2022 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Putin Tak akan Pidato di KTT G20 Lewat Link Video atau Rekaman
Emisi metana, meskipun kurang tahan lama dibandingkan karbon dioksida, sangat kuat dan jumlah yang dihasilkan oleh industri minyak dan gas menjadi fokus diskusi pada pembicaraan COP27 pada Jumat (11/11/2022).
Menteri Saudi juga mengatakan Kerajaan berada di jalur untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 dan dapat memajukan targetnya, tergantung pada teknologi.
"Kami percaya tanggal itu mudah-mudahan bisa dibawa lebih awal tapi saya hanya ingin memastikan bahwa, ketika kami berkomitmen, kami memberikan, tetapi harapan kami adalah untuk memberikan lebih dulu," papar dia.
Dia menambahkan, Arab Saudi juga bekerja memproduksi hidrogen menggunakan energi terbarukan dan bertujuan menjadi produsen dengan biaya terendah.
"Kami ingin menunjukkan diri sebagai negara pengekspor energi, karena kami akan bekerja keras dalam mengekspor hidrogen bersama dengan minyak, bersama dengan gas cair," papar dia kepada Reuters. "Kami mudah-mudahan akan melakukan listrik juga."
“Kerajaan juga harus memenuhi target penangkapan karbon 44 juta ton pada tahun 2035,” ujar dia.
Emisi metana, meskipun kurang tahan lama dibandingkan karbon dioksida, sangat kuat dan jumlah yang dihasilkan oleh industri minyak dan gas menjadi fokus diskusi pada pembicaraan COP27 pada Jumat (11/11/2022).
Menteri Saudi juga mengatakan Kerajaan berada di jalur untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 dan dapat memajukan targetnya, tergantung pada teknologi.
"Kami percaya tanggal itu mudah-mudahan bisa dibawa lebih awal tapi saya hanya ingin memastikan bahwa, ketika kami berkomitmen, kami memberikan, tetapi harapan kami adalah untuk memberikan lebih dulu," papar dia.
Dia menambahkan, Arab Saudi juga bekerja memproduksi hidrogen menggunakan energi terbarukan dan bertujuan menjadi produsen dengan biaya terendah.
"Kami ingin menunjukkan diri sebagai negara pengekspor energi, karena kami akan bekerja keras dalam mengekspor hidrogen bersama dengan minyak, bersama dengan gas cair," papar dia kepada Reuters. "Kami mudah-mudahan akan melakukan listrik juga."
“Kerajaan juga harus memenuhi target penangkapan karbon 44 juta ton pada tahun 2035,” ujar dia.
Lihat Juga :