Mantan Presiden Rusia Sebut Satu-satunya Cara Hindari Perang Dunia Nuklir

Rabu, 02 November 2022 - 08:42 WIB
loading...
Mantan Presiden Rusia...
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Foto/Sputnik/Ekaterina Shtukina
A A A
MOSKOW - Logika sederhana menunjukkan hanya kemenangan Rusia di Ukraina yang akan mencegah perang dunia nuklir.

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengungkapkan hal itu pada Selasa (1/11/2022). Komentar itu menanggapi seruan dari Barat bahwa Moskow tidak boleh dibiarkan menang.

“Ikuti logika formal sederhana,” bantah Medvedev di Telegram.

“Jika Rusia tidak bisa menang, maka tampaknya Ukraina harus menang. Tujuan perang Ukraina, seperti yang disebutkan oleh rezim Kiev, adalah kembalinya semua wilayah yang sebelumnya menjadi miliknya yaitu, pemisahan mereka dari Rusia,” papar dia.

Baca juga: Pasukan Amerika Serikat Dilaporkan Sudah Berada di Wilayah Ukraina

Medvedev menjelaskan, “Ini akan memenuhi syarat sebagai ancaman terhadap integritas teritorial Rusia dan oleh karena itu alasan langsung untuk menerapkan Klausul 19 dari doktrin negara Rusia tentang pencegahan nuklir, mengacu pada keadaan di mana penggunaan senjata atom oleh Moskow akan dijamin.”

“Jadi, beri tahu saya, siapa yang kemudian mendorong perang nuklir? Apa ini, jika tidak secara langsung memprovokasi perang dunia dengan penggunaan senjata atom? Mari kita sebut sesuatu dengan nama aslinya," tulis Medvedev.

“Barat mendorong terjadinya konflik global. Dan hanya kemenangan penuh dan terakhir dari Rusia yang menjamin tidak akan ada perang dunia,” papar dia.

Baca juga: Doktor Kiamat Nouriel Roubini: Perang Dunia III telah Dimulai Secara Efektif

Medvedev saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia. Sebelumnya, dia adalah perdana menteri Rusia (2012-2020) dan presiden (2008-2012).

Dia telah bicara blak-blakan di jejaring sosial sejak meningkatnya permusuhan di Ukraina.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014. Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Negara-negara Barat terus memasok Ukraina dengan persenjataan berat. Perang terus berlanjut dan memakan banyak korban di kedua pihak.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved