Biden Peringatkan Rusia: Gunakan Nuklir Kesalahan Serius

Kamis, 27 Oktober 2022 - 01:52 WIB
loading...
Biden Peringatkan Rusia:...
Presiden AS Joe Biden memperingatkan Rusia penggunaan nuklir taktis dalam konflik di Ukraina sebuah kesalahan serius. Foto/Newsweek
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan Rusia akan membuat kesalahan serius jika menggunakan nuklir taktis dalam perangnya dengan Ukraina .

Pernyataan itu dilontarkan Biden menanggapi pertanyaan dari seorang reporter yang menanyakan tentang tuduhan Rusia bahwa Ukraina berencana untuk menyebarkan senjata nuklir atau "bom kotor" di wilayahnya sendiri.

Beberapa pejabat Barat telah memperingatkan bahwa tuduhan Rusia bisa menjadi dalih bagi militer Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meningkatkan perang melawan Ukraina.

"Saya menghabiskan banyak waktu hari ini untuk membicarakan hal itu," kata Biden menanggapi pertanyaan wartawan.

"Biarkan saya katakan: Rusia akan membuat kesalahan yang sangat serius jika menggunakan senjata nuklir taktis," sambungnya.

Baca: Dua Sistem Baru NASAMS Dipasang di Ukraina Hari Ini

"Saya belum jamin itu operasi bendera palsu, belum tahu. Tapi itu akan menjadi kesalahan yang sangat serius," tegas Presiden AS itu seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (27/10/2022).

Kantor berita milik negara Rusia, RIA Novosti dalam sebuah postingan Telegram pada hari Minggu melaporkan, Ukraina berencana untuk menggunakan bom kotor di wilayahnya sendiri dan kemudian menyalahkan Rusia.

Sebuah pernyataan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada hari Senin mengaitkan pengetahuan Rusia tentang dugaan rencana bom kotor Ukraina dengan "informasi dari sumber yang dapat dipercaya," tetapi tidak merinci siapa atau apa sumber itu.

"Tujuan dari provokasi keji ini jelas—untuk menuduh Rusia menggunakan senjata pemusnah massal," kata Zakharova.

"Pihak berwenang Ukraina dan pihak Barat berharap bahwa itu akan mengarah pada kampanye anti-Rusia yang luas, merusak kredibilitas Moskow di mata mitranya dan menyebabkan isolasi negara kita di arena internasional," ia menambahkan.

Baca: Macron Memohon Paus Fransiskus Telepon Putin dan Biden

Para pemimpin Barat telah menolak tuduhan itu. Dalam pernyataan bersama yang dirilis hari Minggu, para menteri luar negeri AS, Inggris dan Prancis mengatakan bahwa menteri pertahanan negara masing-masing telah berbicara dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu atas permintaannya pada hari sebelumnya.

"Negara kami menjelaskan bahwa kami semua menolak tuduhan palsu Rusia bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menggunakan bom kotor di wilayahnya sendiri," bunyi pernyataan itu.

“Dunia akan melihat melalui segala upaya untuk menggunakan tuduhan ini sebagai dalih untuk eskalasi. Kami selanjutnya menolak dalih apa pun untuk eskalasi oleh Rusia,” sambung pernyataan itu.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS bom kotor adalah campuran bahan peledak, seperti dinamit, dan bubuk atau pelet radioaktif. Bom itu tidak dapat membuat ledakan atom, tetapi ledakan dari bom kotor dapat membawa bahan radioaktif ke daerah sekitarnya.

"Ledakan bom kotor dapat menyebabkan cedera dan kerusakan properti. Meskipun hanya orang yang sangat dekat dengan lokasi ledakan yang dapat terkena radiasi yang cukup yang akan menyebabkan 'penyakit serius segera', debu dan asap radioaktif dapat menyebar lebih jauh dan menimbulkan bahaya bagi orang yang menghirupnya atau menelan makanan atau air yang terkontaminasi," kata CDC.

Baca: Israel Beri Informasi Intelijen AS Soal Drone Iran di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
10.000 Lebih Jenazah...
10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi
Rekomendasi
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved