Profil Sarang Singa, Kelompok Baru Pejuang Palestina yang Ditakuti Israel

Selasa, 18 Oktober 2022 - 19:55 WIB
loading...
Profil Sarang Singa,...
Kelompok bersenjata Sarang Singa di kota tua Nablus, foto dipublikasikan pada 3 September 2022. Foto/Lions Den/Telegram
A A A
TEPI BARAT - Kelompok pejuang Palestina bersenjata Lion's Den atau Sarang Singa adalah salah satu "tantangan berbahaya" yang saat ini dihadapi Israel.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Studi Palestina di Pusat Studi Timur Tengah dan Afrika Moshe Dayan, Michael Milstein, pada Senin (17/10/2022).

Kelompok itu tampaknya dibentuk pada bulan Agustus oleh mantan anggota berbagai faksi Palestina.

Michael Milstein menunjukkan sebagian besar anggota kelompok baru itu lahir 20 tahun yang lalu.

"Ini berarti bahwa mereka tidak mengingat Intifada Kedua (Al-Aqsa) seperti ayah mereka," papar dia.

Baca juga: Atlet Cantik Iran Hilang setelah Menolak Pakai Jilbab dalam Lomba Panjat Tebing

“Memang, pemuda-pemuda ini adalah aktor utama dalam intifada tujuh tahun yang lalu. Sekarang setelah mereka dewasa, mereka telah pindah. Mereka membawa senjata api dan membentuk kelompok-kelompok lokal berdasarkan kenalan pribadi mereka," ujar dia.

Milstein mencatat para pemuda ini tidak memiliki afiliasi dengan partai politik di Palestina.

"Internetlah yang memberi mereka ruang eksistensial. Namun, meskipun jumlah anggotanya sangat sedikit, kelompok ini memiliki dampak yang sangat luas di jalan Palestina, terutama di kalangan anak muda," ungkap dia.

Baca juga: Blinken Ungkap Alasan AS Mendominasi Dunia dan Dikte Aturan Global

Salah satu pemimpinnya, lanjutnya, adalah Ibrahim Al-Nabulsi. "Dia terkait dengan gerakan Fatah dan merupakan putra dari anggota Badan Keamanan Perlindungan Otoritas Palestina," papar dia.

Menurut Milstein, Sarang Singa menimbulkan tiga tantangan bagi Israel: terus merugikan pasukan pendudukan dan pemukim Israel; tidak memiliki koneksi organisasi; dan "ancaman paling berbahaya" adalah kemungkinan Hamas mensponsori kelompok tersebut, di mana Otoritas Palestina (PA) tampaknya mulai mengambil tindakan.

Berbicara kepada All Israel News, Milstein menyatakan kekhawatirannya bahwa fenomena perlawanan ini mungkin pindah ke kota-kota campuran di Israel.

"Saat ini, situasinya cukup terbatas di bagian utara Tepi Barat dan semua jenis sel independen. Tapi saya pikir dua atau tiga hari terakhir telah menunjukkan potensi konflik ini menyebar ke tempat lain di dalam dan di luar Tepi Barat," ungkap dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved