Palang Merah Internasional Setop Kegiatan Lapangan di Ukraina

Selasa, 11 Oktober 2022 - 01:00 WIB
loading...
Palang Merah Internasional...
Palang Merah Internasional Setop Kegiatan Lapangan di Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
JENEWA - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan setidaknya satu kelompok bantuan lainnya menghentikan pekerjaan lapangan mereka di Ukraina karena alasan keamanan, Senin (10/10/2022). Langkah ini diambil setelah Rusia menembakkan rudal ke kota-kota di seluruh Ukraina.

Rusia menyerang situs-situs di seluruh negeri, menyerang ibu kota Kiev dengan intensitas yang tidak pernah terlihat sebelumnya sejak pasukan Rusia berusaha merebut ibu kota di awal perang lebih dari tujuh bulan lalu.

Baca: Zelensky: Drone dan Rudal Iran Digunakan dalam Serangan Rusia ke Ukraina

Moskow mengatakan, serangan itu dilancarkan terhadap target energi, komando, dan komunikasi militer Ukraina sebagai pembalasan atas apa yang digambarkan Rusia sebagai serangan teroris.

"Untuk alasan keamanan, tim kami telah menghentikan operasi hari ini," kata seorang juru bicara dalam tanggapan email untuk pertanyaan Reuters.

ICRC memiliki sekitar 700 staf yang bekerja di 10 lokasi di seluruh negeri dan memberikan bantuan dan obat-obatan, termasuk jutaan orang yang terlantar akibat konflik yang sedang berlangsung.

Juru bicara ICRC kedua kemudian menambahkan bahwa sementara pekerjaan lapangan telah dihentikan, pekerja bantuan dapat melanjutkan pekerjaan meja. "Begitu aman untuk pindah, mereka akan melakukannya," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Pasukan Israel Ditipu...
Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji
Rekomendasi
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved