Penyelidikan Swedia Perkuat Dugaan Pipa Gas Nord Stream Disabotase

Kamis, 06 Oktober 2022 - 23:13 WIB
loading...
Penyelidikan Swedia...
Penyelidikan Swedia atas kebocoran pipa gas Nord Stream di Laut Batik memperkuat dugaan bahwa itu adalah hasil sabotase. Foto/VOX
A A A
STOCKHOLM - Pemeriksaan dua kebocoran di jalur pipa gas Nord Stream yang menghubungkan Rusia ke Eropa melalui Laut Baltik memperkuat kecurigaan jika itu disebabkan oleh sabotase. Hal itu diungkapkan pihak berwenang Swedia.

Badan keamanan domestik Swedia mengatakan pada hari Kamis (6/10/2022) bahwa penyelidikan awal telah memperkuat kecurigaan sabotase serius.

"Kami dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi ledakan di Nord Stream 1 dan 2 di zona ekonomi eksklusif Swedia yang telah menyebabkan kerusakan parah pada jaringan pipa gas," kata jaksa penuntut umum Swedia Mats Ljungqvist dalam sebuah pernyataan.

Ljungqvist menambahkan bahwa penyelidikan TKP telah memperkuat kecurigaan sabotase yang diperparah.

“Barang bukti telah dikumpulkan di TKP, dan ini akan diperiksa,” kata jaksa seperti dilansir dari Al Jazeera.

Baca: Mantan Penasihat Pentagon Tuding 2 Kemungkinan Pelaku Peledakan Nord Stream

Jaksa Swedia tidak mengungkapkan rinciannya, mengutip kerahasiaan penyelidikan. "Masalahnya sangat sensitif," ujarnya.

Ledakan bawah laut, ditemukan minggu lalu, telah membuat pipa Nord Strom 1 dan 2 bocor di Laut Baltik di empat lokasi – dua di lepas pantai Swedia dan dua di lepas pantai Denmark.

Pada hari Senin, jaksa Swedia mengatakan mereka memblokir area di sekitar kebocoran di zona Swedia untuk melakukan inspeksi.

"Sekarang setelah penyelidikan awal selesai, blokade di sekitar jaringan pipa di Swedia akan dicabut," kata Ljungqvist.

Terkait penyelidikan itu, juru bicara Kremlin mengatakan dia tidak berpikir penyelidikan bisa objektif tanpa partisipasi Rusia. Moskow tidak diundang untuk ambil bagian.

Sedangkan pihak kepolisian Denmark menolak mengomentari penyelidikan di zona ekonomi eksklusif Denmark.

Baca: Rusia: Jaringan Pipa Gas Nord Stream Bisa Diperbaiki

Jaringan pipa Nord Stream 1 dan 2 telah menjadi pusat ketegangan geopolitik ketika Rusia memotong pasokan gas ke Eropa sebagai pembalasan terhadap sanksi Barat yang diberlakukan setelah invasi Moskow ke Ukraina.

Pemerintah Denmark dan Swedia sebelumnya mengatakan mereka menduga beberapa ratus kilogram bahan peledak digunakan dalam melakukan tindakan sabotase. Kebocoran dari Nord Stream 1 dan 2 mengeluarkan metana dalam jumlah besar ke udara.

Pihak berwenang Denmark mengatakan dua kebocoran metana yang mereka pantau di perairan internasional berhenti selama akhir pekan. Salah satu kebocoran dari Swedia juga tampaknya telah berakhir.

Baik Rusia dan Amerika Serikat (AS) serta sekutu Eropanya saling menuduh menyabotase pipa gas saat invasi Moskow ke Ukraina meningkat.

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Barat menyerang jaringan pipa, yang telah dibantah keras oleh AS dan sekutunya, mencatat bahwa Rusia paling diuntungkan dalam mendatangkan malapetaka di pasar energi Eropa.

Baca: Wakil PM Rusia: Pemulihan Nord Stream Mungkin Dilakukan

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Dituding Langgar Hak...
Dituding Langgar Hak Cipta, Syahravi Resmi Laporkan Fariz RM ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved