Rusia: Jaringan Pipa Gas Nord Stream Bisa Diperbaiki

Senin, 03 Oktober 2022 - 16:03 WIB
loading...
Rusia: Jaringan Pipa Gas Nord Stream Bisa Diperbaiki
Pipa laut dalam sedang dipasang untuk jaringan pipa Nord Stream 2 di Laut Baltik pada 2019. Foto/Stine Jacobsen/REUTERS
A A A
MOSKOW - Wakil Perdana Menteri Rusia Aleksandr Novak menyatakan negaranya mungkin bisa memperbaiki jaringan pipa Nord Stream 1 dan 2 yang rusak awal pekan lalu.

“Ada kemungkinan teknis untuk memulihkan infrastruktur, itu membutuhkan waktu dan dana yang sesuai. Saya yakin peluang yang tepat akan ditemukan,” ujar Novak kepada Russia 1 TV pada Minggu (2/10/2022).

Namun, menurut pejabat itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan siapa yang berada di balik insiden tersebut.

“Mulai hari ini, kami melanjutkan dari fakta bahwa perlu, pertama-tama, untuk mencari tahu siapa yang melakukannya, dan kami yakin bahwa negara-negara tertentu, yang telah menyatakan posisi mereka sebelumnya, tertarik padanya,” ujar dia.

Baca juga: Hanya 9 Negara Dukung Upaya Ukraina Masuk NATO

Dia menambahkan, “Baik Amerika Serikat (AS) dan Ukraina, serta Polandia pada suatu waktu mengatakan bahwa infrastruktur ini tidak akan berfungsi, bahwa mereka akan melakukan segalanya untuk memastikannya, jadi, tentu saja, perlu untuk secara serius melihat ke dalamnya.”

Mengutip dinas keamanan Jerman, surat kabar Der Tagesspiegel sebelumnya melaporkan rute yang rusak bisa tidak dapat digunakan secara permanen jika tak diperbaiki dengan cepat, karena air asin dapat menyebabkan korosi.

Pihak berwenang Denmark melaporkan kebocoran pada pipa Nord Stream 1 dan 2 pada Senin setelah operator pipa lokal mencatat hilangnya tekanan menyusul serangkaian ledakan bawah laut di daerah tersebut.

Baca juga: Wali Kota: 10% Pria Rusia Rela Bertempur di Ukraina untuk Hindari Istri Cerewet

Badan Energi Denmark melaporkan sebelumnya pada Minggu bahwa tekanan pada Nord Stream 1 stabil dan kebocoran gas telah berakhir, sementara pada Sabtu, Nord Stream 2 telah menghentikan kebocoran gas.

Insiden itu secara luas dianggap sebagai hasil sabotase. Rusia menyebutnya sebagai serangan teroris. Sementara orang-orang di baliknya belum diidentifikasi, Moskow menyalahkan AS.

(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2180 seconds (11.252#12.26)