Rusia Patut Waspada, AS Pasok Ukraina dengan HIMARS yang Dapat Capai Crimea

Kamis, 06 Oktober 2022 - 01:06 WIB
loading...
A A A
Tak lama setelah Moskow memulai operasi khusus untuk demiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina, AS dan sekutunya menanggapi dengan menjatuhkan paket sanksi "berat" terhadap Rusia dan meningkatkan dukungan militer mereka untuk Ukraina.

Moskow telah berulang kali mengecam Barat atas pasokan senjatanya ke Kiev, dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan bahwa senjata apa pun, dan pengiriman senjata apa pun di wilayah Ukraina akan dianggap sebagai target yang sah oleh militer Rusia.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova baru-baru ini menekankan bahwa Washington sekali lagi menunjukkan betapa mereka telah kehilangan kontak dengan kenyataan, setelah benar-benar menjadi pihak dalam konflik Ukraina.

Baca: Mantan Bos CIA Ungkap Apa Saja yang akan Dibom AS Jika Rusia Nuklir Ukraina

“Bukti lebih lanjut dari hal ini adalah Kongres AS baru-baru ini menyetujui alokasi paket bantuan baru untuk rezim Kiev senilai hampir USD12 miliar,” ujarnya.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, pada bagiannya, menggarisbawahi bahwa konflik Ukraina telah menjadi dalih lain bagi AS dan sekutunya untuk melancarkan perang ekonomi dan informasi melawan Moskow untuk mengurasnya secara strategis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved