Mantan Bos CIA Ungkap Apa Saja yang akan Dibom AS Jika Rusia Nuklir Ukraina

Senin, 03 Oktober 2022 - 21:30 WIB
loading...
Mantan Bos CIA Ungkap...
Mantan Bos CIA David Petraeus. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Purnawirawan Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) David Petraeus meramalkan Washington akan memimpin respons yang menghancurkan terhadap setiap serangan nuklir Rusia di Ukraina.

Menurut mantan bos CIA itu, AS akan memimpin NATO untuk memusnahkan semua pasukan dan pangkalan militer Moskow di wilayah tersebut.

Patraeus menjadi direktur CIA setelah strategi kontra-pemberontakannya gagal di Afghanistan. Dia mengatakan kepada ABC News pada Minggu (2/10/2022) bahwa, “Kami akan merespons dengan memimpin NATO, upaya kolektif, yang akan mengalahkan setiap kekuatan konvensional Rusia yang dapat kami lihat dan identifikasi di medan perang di Ukraina dan juga di Crimea dan setiap kapal di Laut Hitam.”

Baca juga: Hanya 9 Negara Dukung Upaya Ukraina Masuk NATO

Pensiunan jenderal itu tidak menyebut secara spesifik tentang bagaimana pasukan NATO akan mempermudah pekerjaan militer Rusia.

Dia mengakui berbicara secara hipotetis dan tidak mengetahui rencana pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Patraeus menambahkan, “Washington harus menghindari pertukaran nuklir-untuk-nuklir, tetapi Anda harus menunjukkan bahwa ini tidak dapat diterima dengan cara apa pun."

Baca juga: Wali Kota: 10% Pria Rusia Rela Bertempur di Ukraina untuk Hindari Istri Cerewet

Dalam skenario seperti itu, AS akan berperang langsung dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia, karena Presiden Vladimir Putin memperingatkan bulan lalu bahwa Moskow akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk melindungi Rusia dan rakyatnya jika integritas teritorial negara itu dalam bahaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved