Amerika Desak Warga Negaranya Segera Tinggalkan Rusia

Rabu, 28 September 2022 - 22:35 WIB
loading...
Amerika Desak Warga Negaranya Segera Tinggalkan Rusia
Amerika Desak Warga Negaranya Segera Tinggalkan Rusia. FOTO/Reuters
A A A
MOSKOW - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Rusia mendesak warganya untuk menahan diri dari bepergian ke Rusia. Dan, untuk warga AS yang sudah berada di Rusia, diminta untuk segera pergi meninggalkan negara itu.

Dalam peringatan keamanan yang diterbitkan di situs webnya, misi AS mengatakan, Moskow dapat memanggil orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda Rusia-AS untuk dinas militer.

Baca: Amerika Serikat Anggap Serius Ancaman Senjata Nuklir Putin

Seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (28/9/2022), Kedutaan AS menyatakan, pilihan penerbangan sangat terbatas saat ini. Tetapi, rute darat dengan mobil dan bus masih terbuka.

"Jika Anda ingin meninggalkan Rusia, Anda harus membuat pengaturan independen sesegera mungkin. Kedutaan Besar AS memiliki batasan berat pada kemampuannya untuk membantu warga AS, dan kondisi, termasuk pilihan transportasi, mungkin tiba-tiba menjadi lebih terbatas,” sebut pernyataan Kedubes AS.

“Warga AS tidak boleh bepergian ke Rusia dan mereka yang tinggal atau bepergian di Rusia harus segera meninggalkan Rusia sementara pilihan perjalanan komersial terbatas tetap ada," lanjut pernyataan itu.

Baca: Jenderal Amerika: Rusia Kehilangan 55 Pesawat dalam Perang Ukraina

Beberapa hari lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial, memanggil hingga 300.000 tentara cadangan untuk ditempatkan ke Ukraina, di mana Moskow memulai "operasi militer khusus" pada Februari.

Akibat perintah mobilisasi ini, ratusan ribu warga Rusia dilaporkan melarikan diri dari negara mereka menuju sejumlah negara tetangga. Sebelumnya, Gedung Putih mengaku akan menyambut baik warga Rusia yang mencari suaka ke AS.

"Kami percaya bahwa terlepas dari kebangsaan mereka, mereka dapat mengajukan suaka di Amerika Serikat dan klaim mereka dididik berdasarkan kasus per kasus," kata Jean-Pierre, seperti dikutip dari Reuters.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1828 seconds (10.55#12.26)