AS Buru Empat Kapal Tanker Iran

Jum'at, 03 Juli 2020 - 11:32 WIB
loading...
AS Buru Empat Kapal...
AS mencoba menangkap empat kapal tanker Iran yang berlayar ke Venezuela. Foto/Jpost
A A A
WASHINGTON - Jaksa federal Amerika Serikat (AS) berusaha untuk menangkap empat kapal tanker Iran yang berlayar ke Venezuela membawa minyak.

Pihak jaksa mengajukan pengaduan perampokan sipil ke Pengadilan Federal Distrik Columbia, menuduh penjualan itu diatur oleh seorang pengusaha bernama Mahmoud Madanipour. Ia diyakini memiliki hubungan dengan korps Garda Revolusi Iran, organisasi yang telah dimasukkan AS ke dalam organisasi teroris.

"Keuntungan dari kegiatan ini mendukung berbagai aktivitas jahat IRGC, termasuk proliferasi senjata pemusnah massal dan cara pengirimannya, dukungan untuk terorisme, dan berbagai pelanggaran hak asasi manusia, di rumah dan di luar negeri," kata jaksa Zia Faruqui dalam pengaduannya seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (3/7/2020).

Jaksa penuntut mengatakan keempat tanker tersebut - Bella, Bering, Pandi dan Luna - mengangkut 1,1 juta barel minyak ke Venezuela.

Dari keempatnya, Bella saat ini berlayar di dekat Filipina, berdasarkan data pelacakan kapal. Sementara Pandi tampaknya telah mematikan sistem pelacakan satelitnya pada 29 Juni setelah menghabiskan waktu dua minggu antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA). Dua tanker lainnya terakhir terlihat pada Mei dengan Bering terlihat dekat Yunani dan Luna berlayar antara Oman dan Iran.

Menurut jaksa penuntut salah satu perusahaan yang terlibat dalam pengiriman minyak ke Venezuela, Grup Avantgarde, sebelumnya dikaitkan dengan Garda Revolusi Iran dan upaya untuk menghindari sanksi AS.

Afiliasi Avantgarde memfasilitasi pembelian minyak yang diangkut oleh kapal tanker Grace 1 milik IRGC. Kapal ini ditangkap tahun lalu oleh Inggris atas tuduhan AS bahwa ia mengangkut minyak ke Suriah.

Iran membantah tuduhan itu dan Grace 1 akhirnya dibebaskan. Namun penyitaan itu memicu kebuntuan internasional di mana Iran membalas dengan merebut kapal berbendera Inggris.

Menurut pengaduan perampasan aset, sebuah perusahaan yang tidak disebutkan namanya pada bulan Februari menagih Avantgarde untuk pembayaran tunai sebesar USD14,9 juta untuk penjualan minyak di atas kapal Pandi. Meskipun demikian, sebuah pesan teks antara Mandanipour dan seorang yang bersekongkol dengannya menunjukkan bahwa perjalanan tersebut mengalami kesulitan.

"Pemilik kapal tidak ingin pergi karena ancaman Amerika, tetapi kami ingin dia pergi, dan kami bahkan setuju Kami juga akan membeli kapal," bunyi sebuah pesan, yang dimasukkan dalam pengaduan tersebut.

Misi Iran di PBB tidak segera memberika tanggapan terkait laporan ini.

Ini adalah upaya terbaru untuk mengganggu hubungan dagang yang semakin dekat antara dua sekutu anti-AS itu. Sebelumnya, AS juga melakukan upaya serupa untuk mencegah kapal-kapal tanker Iran yang membawa minyak merapat ke Venezuela namun tidak berhasil. (Baca: Lima Kapal Tanker Bawa Minyak Iran untuk Venezuela, Dekati Karibia )

Kedatangan armada kapal tanker itu membuat marah pemerintahan Trump, yang menyerang balik dengan memberikan sanksi kepada lima kapten kapal Iran. (Baca: AS Ancam Gunakan Kekuatan Militer Hentikan Tanker Iran ke Venezuela )

Pemerintahan Trump telah meningkatkan tekanan pada pemilik kapal untuk mematuhi sanksi terhadap musuh AS seperti Iran, Venezuela dan Korea Utara.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Terungkap! Israel Sudah...
Terungkap! Israel Sudah Siapkan Perang Berhari-hari Lawan Iran, Panggil Tentara Cadangan
Rekomendasi
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved