Meski Perang Belum Usai, McDonald's Buka Kembali Layanan di Kiev
Rabu, 21 September 2022 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
"Restoran yang baru dibuka akan beroperasi sesuai dengan standar kualitas makanan, kebersihan, dan kecepatan layanan yang sama seperti sebelumnya," kata Mudzhyri dalam sebuah posting media sosial.
Baca: McDonald's Ungkap Kerugian Keluar dari Rusia, Capai Rp19 Triliun
Mudzhyri menambahkan, bahwa restoran akan tetap buka sejak jam 9 pagi – hinagg 9 malam dan akan tutup 'ketika sirene serangan udara dipicu untuk memungkinkan karyawan dan pelanggan mengungsi ke tempat penampungan terdekat' - tetapi tidak sebelum tim 'dengan cepat mengeluarkan pesanan yang sudah dibayar'.
McDonald's akan menyediakan layanan McDelivery dalam kemitraan dengan perusahaan perdagangan cepat Spanyol Glovo sampai siap untuk membuka kembali semua toko secara penuh.
Peluncuran kembali yang sangat dinanti dilihat oleh banyak orang Ukraina bisa dianggap sebagai dukungan simbolis Barat pada Ukraina. Sebelumnya, McDonald's telah menutup semua gerai mereka di Rusia.
McDonald's awal tahun ini menjual restoran Rusianya kepada pengusaha Alexander Govor. McDonald's menyatakan, terus brada di Rusia "tidak lagi dapat dipertahankan, juga tidak konsisten dengan nilai-nilai McDonald's".
Baca: McDonald's Ungkap Kerugian Keluar dari Rusia, Capai Rp19 Triliun
Mudzhyri menambahkan, bahwa restoran akan tetap buka sejak jam 9 pagi – hinagg 9 malam dan akan tutup 'ketika sirene serangan udara dipicu untuk memungkinkan karyawan dan pelanggan mengungsi ke tempat penampungan terdekat' - tetapi tidak sebelum tim 'dengan cepat mengeluarkan pesanan yang sudah dibayar'.
McDonald's akan menyediakan layanan McDelivery dalam kemitraan dengan perusahaan perdagangan cepat Spanyol Glovo sampai siap untuk membuka kembali semua toko secara penuh.
Peluncuran kembali yang sangat dinanti dilihat oleh banyak orang Ukraina bisa dianggap sebagai dukungan simbolis Barat pada Ukraina. Sebelumnya, McDonald's telah menutup semua gerai mereka di Rusia.
McDonald's awal tahun ini menjual restoran Rusianya kepada pengusaha Alexander Govor. McDonald's menyatakan, terus brada di Rusia "tidak lagi dapat dipertahankan, juga tidak konsisten dengan nilai-nilai McDonald's".
Lihat Juga :