Meski Perang Belum Usai, McDonald's Buka Kembali Layanan di Kiev

Rabu, 21 September 2022 - 08:00 WIB
loading...
Meski Perang Belum Usai,...
Meski Perang Belum Usai, McDonalds Buka Kembali Layanan di Kiev. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Sejumlah gerai restoran cepat saji McDonald's di Kiev, Ukraina dibuka kembali pada Selasa (20/9/2022). Pembukaan ini adalah untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia, 24 Februari lalu. Ini juga jadi tanda kehidupan kembali normal di ibu kota setelah hampir tujuh bulan perang.

“Beberapa restoran McDonald's akan dibuka kembali di Kiev mulai besok,” kata Kepala Komunikasi perusahaan, Alesya Mudzhyri, seperti dikutip dari Daily Mail.



Tiga restoran di ibukota Ukraina akan dibuka hanya untuk pengiriman, mulai 20 September. Langkah ini diikuti oleh beberapa tempat lagi di Kiev dan di seluruh negeri, satu minggu kemudian.

“Restoran kemudian akan kembali beroperasi seperti biasa pada bulan Oktober,” lanjut Mudzhyri. Menurutnya, ada rencana evakuasi jika sirene serangan udara dipicu oleh ancaman yang datang.

Mudzhyri juga mengumumkan, restoran di Bazhana Avenue, Gagarin Avenue, dan jalan Hryshka akan menjadi McDonald's pertama yang dibuka kembali di ibu kota mulai 20 September, dengan tujuh lainnya menyusul dalam waktu singkat.

"Restoran yang baru dibuka akan beroperasi sesuai dengan standar kualitas makanan, kebersihan, dan kecepatan layanan yang sama seperti sebelumnya," kata Mudzhyri dalam sebuah posting media sosial.



Mudzhyri menambahkan, bahwa restoran akan tetap buka sejak jam 9 pagi – hinagg 9 malam dan akan tutup 'ketika sirene serangan udara dipicu untuk memungkinkan karyawan dan pelanggan mengungsi ke tempat penampungan terdekat' - tetapi tidak sebelum tim 'dengan cepat mengeluarkan pesanan yang sudah dibayar'.

McDonald's akan menyediakan layanan McDelivery dalam kemitraan dengan perusahaan perdagangan cepat Spanyol Glovo sampai siap untuk membuka kembali semua toko secara penuh.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Rusia Kecam Trump karena...
Rusia Kecam Trump karena Mengancam Akan Mengebom Iran
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Trump akan Modernisasi...
Trump akan Modernisasi Persenjataan Nuklir AS Tanpa Menambah Jumlah
2 Negara Anggota NATO...
2 Negara Anggota NATO Akan Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Garda Satu Apresiasi...
Garda Satu Apresiasi Kebijakan Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan
Pemuda Gunung Putri...
Pemuda Gunung Putri Bogor Terseret Ombak Pantai Goa Langir Sawarna
Sebelum Dibunuh, Jurnalis...
Sebelum Dibunuh, Jurnalis Juwita 2 Kali Diperkosa Oknum TNI AL Jumran
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
5 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
7 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
8 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
8 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
10 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
10 jam yang lalu
Infografis
Tiga Alasan Netanyahu...
Tiga Alasan Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved