Berikan Penghormatan untuk Ratu Elizabeth II, Pria Hong Kong Ditahan Polisi

Selasa, 20 September 2022 - 23:28 WIB
loading...
Berikan Penghormatan...
Foto seorang pelayat yang meletakkan karangan bunga di luar Konsulat Jenderal Inggris. Foto/BBC
A A A
HONG KONG - Seorang pria Hong Kong yang pergi ke konsulat Inggris pada Senin malam untuk memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II, di antara sejumlah pelayat, telah ditahan.

Laporan media lokal mengatakan pria berusia 43 tahun itu memainkan beberapa lagu di harmonikanya, termasuk yang terkait dengan aksi protes 2019, serta lagu kebangsaan Inggris.

"Dia ditahan di bawah undang-undang hasutan era kolonial," kata polisi seperti dikutip dari BBC, Selasa (20/9/2022).

Undang-undang ini selama ini jarang digunakan oleh jaksa.

Tetapi beberapa bulan terakhir telah melihat peningkatan jumlah orang yang didakwa berdasarkan undang-undang ini, termasuk lima terapis wicara yang dinyatakan bersalah awal bulan ini karena menerbitkan buku anak-anak yang dianggap "menghasut".

Baca: 5 Terapis Dijebloskan ke Penjara Gara-gara Terbitkan Buku Kartun

Rekaman yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan pria yang berdiri di luar konsulat memainkan lagu "Glory to Hong Kong", lagu tidak resmi para pengunjuk rasa selama aksi protes pro-demokrasi 2019, saat memainkan harmonikanya.

Kerumunan besar, yang berkumpul untuk menonton siaran langsung secara online dari pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II kemudian di Inggris, terlihat bernyanyi bersama untuk lagu tersebut.

Lirik lagu itu mengacu pada kata-kata "air mata di tanah kita", dan juga menyebutkan "demokrasi dan kebebasan".

Polisi mengatakan kepada BBC bahwa pria itu telah ditahan karena dicurigai melakukan "tindakan dengan niat menghasut".

Baca: Ratu Elizabeth II Dimakamkan Setelah Upacara Pemakaman Bersejarah

Warga Hong Kong selama seminggu terakhir telah mengantre berjam-jam untuk memberi penghormatan kepada Ratu Elizabeth II, dalam apa yang mungkin merupakan pertunjukkan rasa kasih sayang terbesar bagi mendiang raja yang terlihat di luar Inggris.

Kota yang dulunya merupakan jajahan Inggris itu kembali ke pemerintahan China pada 1997.

Di bawah ketentuan serah terima, China setuju untuk memerintah Hong Kong di bawah prinsip "satu negara, dua sistem", di mana kota itu akan menikmati otonomi tingkat tinggi, kecuali dalam urusan luar negeri dan pertahanan selama 50 tahun ke depan.

Tetapi tindakan keras terhadap aksi protes, pengenaan undang-undang keamanan nasional Beijing dan hanya mengizinkan "patriot" untuk memerintah dipandang oleh banyak orang sebagai mengingkari janji itu.

Baca: Polisi dan Staf Istana Kolaps selama Pemakaman Ratu Elizabeth II

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Hong Kong Naik ke Posisi...
Hong Kong Naik ke Posisi 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia 2026
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Alasan Ratu Elizabeth...
Alasan Ratu Elizabeth II Tak Pernah Sudi Kunjungi Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved