Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO

Senin, 29 Juni 2026 - 18:35 WIB
loading...
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah mundur, PM Inggris Keir Starmer incak Sekjen NATO. Foto/X
A A A
LONDON - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang akan mengundurkan diri setelah pemberontakan di dalam partainya sendiri, tertarik untuk menjadi sekretaris jenderal NATO berikutnya. Itu dilaporkan The Observer pada Minggu.

Starmer menangis pekan lalu ketika ia mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan pemimpin Partai Buruh sebagai tanggapan atas tekanan yang meningkat. Beberapa menteri meninggalkan kabinetnya, dan lebih dari 80 anggota parlemen Partai Buruh mendesaknya untuk mundur setelah partai tersebut kehilangan hampir 1.500 kursi dewan lokal dalam pemilihan bulan lalu.

Mantan Wali Kota Manchester, Andy Burnham, yang memenangkan pemilihan sela Makerfield pada 18 Juni, secara luas dipandang sebagai penerus Starmer.

Menurut The Observer, Starmer tertarik untuk menjadi sekretaris jenderal NATO setelah masa jabatan Mark Rutte berakhir pada tahun 2028, kecuali jika diperpanjang.



Surat kabar tersebut menambahkan bahwa Starmer akan membutuhkan "dukungan pemerintah yang berkelanjutan" untuk pencalonan yang sukses. Dikatakan bahwa pendukung Starmer menunjuk pada hubungan dekatnya dengan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky, mengklaim bahwa keduanya terkadang "saling menghubungi" secara tidak sengaja, serta hubungannya dengan para pemimpin Eropa lainnya.

Sekretaris jenderal NATO, biasanya mantan kepala pemerintahan atau diplomat senior, dipilih melalui konsultasi di antara negara-negara anggota, dengan penunjukan akhir membutuhkan dukungan bulat dari semua 32 anggota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved