Sambil Tersenyum, Putin Peringatkan Ukraina: Perang Bisa Menjadi Lebih Serius!

Sabtu, 17 September 2022 - 07:48 WIB
loading...
Sambil Tersenyum, Putin Peringatkan Ukraina: Perang Bisa Menjadi Lebih Serius!
Presiden Rusia Vladimir Putin merespons serangan balasan Ukraina dengan tersenyum. Namun, dia memperingatkan perang di Ukraina bisa menjadi lebih serius. Foto/REUTERS
A A A
SAMARKAND - Presiden Rusia Vladimir Putin meremehkan serangan balasan Ukraina dengan tersenyum. Namun, dia memperingatkan bahwa Moskow akan merespons lebih kuat jika pasukannya mendapat tekanan lebih lanjut.

Berbicara setelah pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di kota Samarkand, Uzbekistan, Putin menyebut invasi ke Ukraina sebagai langkah yang diperlukan untuk mencegah apa yang dia katakan sebagai rencana Barat untuk memecah belah Rusia.

Moskow, katanya, tidak terburu-buru di Ukraina, dan tujuannya tetap tidak berubah.

“Pihak berwenang Kiev mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan dan sedang melakukan operasi serangan balasan yang aktif. Nah, mari kita lihat bagaimana perkembangannya, bagaimana akhirnya,” kata Putin sambil tersenyum.

Baca juga: Ukraina Invasi Balik Rusia, Pertahanan Udara Moskow Kebobolan

Itu adalah komentar publik pertamanya tentang kekalahan pasukannya di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut, seminggu yang lalu yang telah memicu kritik publik yang luar biasa kuat dari komentator militer Rusia.

Rusia menyerang infrastruktur Ukraina sebagai tanggapan—termasuk bendungan reservoir dan pasokan listrik—dan Putin mengatakan serangan itu bisa menjadi lebih buruk.

“Baru-baru ini, angkatan bersenjata Rusia telah melakukan beberapa pukulan sensitif. Mari kita asumsikan itu adalah peringatan. Jika situasinya terus berkembang seperti ini, maka responsnya akan lebih serius,” katanya.

Putin juga mengatakan Rusia secara bertahap mengambil kendali atas wilayah baru Ukraina.

Ditanya apakah apa yang dia sebut “operasi militer khusus” perlu dikoreksi, dia berkata: “Rencana itu tidak dapat disesuaikan.”
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1156 seconds (10.101#12.26)