AS akan Cairkan Dana Afghanistan yang Dibekukan Sebesar Rp52 Triliun

Kamis, 15 September 2022 - 01:12 WIB
loading...
AS akan Cairkan Dana...
Seorang pegawai money changer menghitung uang kertas dolar AS di pasar penukaran uang di provinsi Herat, Afghanistan, 3 Juni 2018. Foto/REUTERS/Jalil Ahmad
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang bersiap melepaskan setengah dari total USD7 miliar dana bank sentral Afghanistan yang disita.

AS akan mentransfer dana itu ke bank di Swiss untuk pencairan lebih lanjut. Taliban, sementara itu, menuntut agar uang itu diberikan kepada pemerintah Afghanistan.

Langkah itu diumumkan pada Rabu (14/9/2022) oleh Departemen Keuangan AS, yang menyatakan USD3,5 miliar (Rp52 triliun) akan ditempatkan dalam apa yang disebut “Dana Afghanistan” yang didirikan di Bank untuk Penyelesaian Internasional Swiss.

Baca juga: Borrell Bandingkan Sanksi Anti-Rusia dengan Diet

Menurut AS, dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan stabilitas makroekonomi Afghanistan dengan membayar hal-hal seperti impor listrik dan menutupi tunggakan di lembaga keuangan internasional.

Menurut Bloomberg dan outlet media lainnya, dua perwakilan dari Departemen Keuangan AS, yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonim, menjelaskan tujuan utama dari langkah tersebut adalah mencegah rezim Taliban mendapatkan akses ke uang yang disita setelah Penarikan AS dari Afghanistan tahun lalu.

“Kami tidak setuju dengan transfer uang ke rekening yang ditunjukkan, tetapi (kami berharap itu) ditransfer ke Da Afghanistan Bank (DAB, bank sentral negara itu),” ungkap seorang pejabat DAB Taliban kepada outlet berita TRT World.

Baca juga: Ini Penampakan Pria Yaman yang Umrah untuk Ratu Inggris Elizabeth II

Pejabat itu menambahkan pemerintah Afghanistan tidak akan keberatan dengan sistem pemantauan pihak ketiga untuk memastikan dana tersebut dibelanjakan dengan benar.

Pada Februari, Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif untuk menyisihkan setengah dari dana Afghanistan yang disita yang dipegang lembaga-lembaga AS “untuk kepentingan rakyat Afghanistan,” sementara setengah lainnya ditahan dalam kasus pengadilan federal yang melibatkan para korban serangan 9/11.

Namun, masyarakat internasional mengecam pemerintah Biden karena menahan dana Afghanistan.

Banyak pihak berpendapat langkah AS merupakan pukulan bagi warga Afghanistan biasa yang sudah terhuyung-huyung dalam kelaparan dan kemiskinan yang meluas.

AS telah mengabaikan kritik karena bertanggung jawab atas krisis ekonomi di Afghanistan. Washington justru bersikeras negara-negara lain seperti Rusia tidak berbuat cukup untuk membantu memulihkan ekonomi Afghanistan, yang mengalami keruntuhan setelah Washington dan sekutunya tiba-tiba menarik pasukan mereka musim panas lalu.

Utusan Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia telah membalas pernyataan tersebut, menuduh Washington dengan sinis.

“Kami diminta untuk mengeluarkan dompet kami untuk membangun kembali negara yang ekonominya hampir hancur oleh pendudukan 20 tahun oleh AS dan NATO,” tegas Nebenzia bulan lalu.

Nebenzia bersikeras AS harus menanggung beban atas kegagalan pendudukannya di Afghanistan hingga Taliban dapat dengan mudah berkuasa lagi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved