Reaksi Para Pemimpin Dunia Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II

Jum'at, 09 September 2022 - 01:58 WIB
loading...
Reaksi Para Pemimpin Dunia Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II
Para pemimpin dunia menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Foto/Toronto Star
A A A
LONDON - Sejumlah pemimpin dunia dan organisasi internasional menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Raja terlama dalam sejarah Kerajaan Inggris itu meninggal dunia dalam usia 96 tahun pada Jumat (9/9/2022).

Ratu Elizabeth II meninggal dunia dikelilingi oleh keluarganya, seperti Pangeran Charles dan istrinya Camilla, Pangeran William, putra tertua Charles, dan Pangeran Harry, yang melakukan perjalanan ke rumah liburan musim panas ratu di Kastil Balmoral di Skotlandia untuk menemaninya.

“Sang Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini. Raja dan Permaisuri akan tetap berada di Balmoral malam ini dan akan kembali ke London besok," tulis akun Twitter keluarga kerajaan pada Kamis sore seperti dikutip dari Toronto Star, Jumat (9/9/2022).

Sebelumnya, pada Kamis pagi, Istana Buckingham mengumumkan bahwa Ratu Elizabeth II telah ditempatkan di bawah pengawasan medis karena para dokter “memperhatikan kesehatan Yang Mulia.”

Para pemimpin di seluruh dunia pun bereaksi terhadap berita kematian Ratu Elizabeth II.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan dalam sebuah tweet: "Dia adalah kehadiran konstan dalam hidup kita - dan layanannya kepada Kanada akan selamanya tetap menjadi bagian penting dari sejarah negara kita."

Yair Lapid, perdana menteri Israel, mentweet: “Dia meninggalkan warisan kepemimpinan dan pelayanan yang tak tertandingi. Semoga ingatannya menjadi berkah.”



Presiden Finlandia Sauli Niinist mengatakan dalam sebuah tweet: “Dalam 70 tahun pemerintahannya dia menyaksikan dan membentuk sejarah seperti beberapa orang lainnya. Rasa kewajiban dan pengabdiannya pada pelayanan adalah contoh bagi kita semua.”

Sebuah tweet dari Gubernur Jenderal berbunyi: “Warga Kanada di seluruh negeri akan berduka atas kehilangan Ratu. Mari kita luangkan waktu sejenak untuk menghormati ingatan Yang Mulia dengan cara kita masing-masing.”

Penguasa dan wakil presiden Dubai dan perdana menteri Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum juga menyampaikan ucapan belasungkawanya.

“Kami bergabung dengan dunia dalam berduka atas meninggalnya Yang Mulia Ratu Elizabeth, ikon global yang mewakili kualitas terbaik bangsanya. dan orang-orang,” tweetnya.

Pun begitu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

“Saya tidak akan pernah melupakan kehangatan dan kebaikannya. Dalam salah satu pertemuan, dia menunjukkan saputangan yang diberikan Mahatma Gandhi pada pernikahannya. Saya akan selalu menghargai sikap itu,” tweet Modi.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut Ratu Elizabeth sebagai sosok yang mewujudkan kesinambungan dan persatuan Inggris selama lebih dari 70 tahun.



"Saya ingat dia sebagai teman Prancis, seorang ratu baik hati yang telah meninggalkan kesan abadi di negaranya dan abadnya," tweet Macron.

Sedangkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan sangat sedih dengan meninggalnya Ratu Elizabeth II. Ia memuji dedikasinya yang tidak tergoyahkan dan akan dikenang seumur hidup.

“Saya sangat sedih atas meninggalnya Yang Mulia Ratu Elizabeth II, yang dikagumi di seluruh dunia atas kepemimpinan & pengabdiannya. Dia adalah teman baik PBB & kehadiran yang meyakinkan melalui beberapa dekade perubahan. Dedikasinya yang tak tergoyahkan seumur hidup akan dikenang untuk waktu yang lama,” kata Guterres di Twitter.

Kepala NATO Jens Stoltenberg juga menyatakan belasungkawa terdalamnya atas kematian Ratu Elizabeth II, memuji kepemimpinannya selama tujuh dekade.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Yang Mulia Ratu Elizabeth II. Selama lebih dari 70 tahun, dia mencontohkan kepemimpinan tanpa pamrih dan pelayanan publik,” tulis Stoltenberg di Twitter.

“Belasungkawa terdalam saya kepada Keluarga Kerajaan, kepada Sekutu NATO kami Inggris dan Kanada, dan kepada orang-orang Persemakmuran,” imbuhnya.



(ian)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1353 seconds (0.1#10.140)