Meninggal Kena Serangan Jantung Saat Menanti Eksekusi, Wanita Iran Tetap Digantung
Kamis, 08 September 2022 - 01:07 WIB
loading...
A
A
A
Diperkirakan kasus Zahra dipublikasikan untuk meningkatkan teror publik atas kemungkinan dieksekusi di depan umum karena pelanggaran.
“Ini adalah efek yang mereka cari. Dan itu sama dalam setiap kasus: 'Taati aturan kami. Ini bisa terjadi padamu.' Itulah pesannya," kata Direktur SDM Iran Mahmood Amiry-Moghaddam kepada media Inggris Mirror, seperti dikutip dari Metro.co.uk, Kamis (8/9/2022).
Seorang pakar hak asasi manusia PBB pada bulan Oktober mengatakan kepada BBC bahwa hampir setiap eksekusi di Iran adalah perampasan kehidupan secara sewenang-wenang.
Di bawah hukum Iran, warga negara dapat dieksekusi karena kejahatan yang tidak dianggap sebagai salah satu yang 'paling serius' menurut hukum internasional, termasuk perdagangan narkoba.
Baca: Kisah Gadis Iran Jadi Algojo untuk Ibu Kandungnya yang Dihukum Gantung
Sebulan sebelum kemenangan dalam pemilihan presiden Ebrahim Raisi pada Juni 2021, Iran melihat eksekusi paling banyak dalam catatan negara yaitu 51.
“Ini adalah efek yang mereka cari. Dan itu sama dalam setiap kasus: 'Taati aturan kami. Ini bisa terjadi padamu.' Itulah pesannya," kata Direktur SDM Iran Mahmood Amiry-Moghaddam kepada media Inggris Mirror, seperti dikutip dari Metro.co.uk, Kamis (8/9/2022).
Seorang pakar hak asasi manusia PBB pada bulan Oktober mengatakan kepada BBC bahwa hampir setiap eksekusi di Iran adalah perampasan kehidupan secara sewenang-wenang.
Di bawah hukum Iran, warga negara dapat dieksekusi karena kejahatan yang tidak dianggap sebagai salah satu yang 'paling serius' menurut hukum internasional, termasuk perdagangan narkoba.
Baca: Kisah Gadis Iran Jadi Algojo untuk Ibu Kandungnya yang Dihukum Gantung
Sebulan sebelum kemenangan dalam pemilihan presiden Ebrahim Raisi pada Juni 2021, Iran melihat eksekusi paling banyak dalam catatan negara yaitu 51.
Lihat Juga :